Rumah Risman Lase di Sibolga Dilempar Bom Molotov, IWO Desak Polisi Usut Tuntas

Rumah Risman Lase di Sibolga Dilempar Bom Molotov, IWO Desak Polisi Usut Tuntas
USUT TUNTAS: Rumah Risman Lase di Jalan Sibolga Baru, Kota Sibolga, menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal pada Kamis dini hari. (FOTO: Benny Setiawan)

KLIKSUMUT.COM | SIBOLGA ~ Aksi teror terjadi di Jalan Sibolga Baru, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kota Sibolga, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Orang tak dikenal (OTK) melempar bom molotov ke rumah yang ditempati Risman Lase bersama keluarganya.

Peristiwa tersebut mengejutkan penghuni rumah. Ledakan dari botol berisi bahan bakar yang terbakar sempat memicu kobaran api di depan rumah korban. Beruntung, warga sekitar segera datang membantu memadamkan api sehingga kebakaran tidak meluas.

Bacaan Lainnya

Insiden ini memicu reaksi keras dari Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga–Tapanuli Tengah (Tapteng), Benny Setiawan yang akrab disapa Allen. Ia mendesak Polres Sibolga segera mengungkap pelaku dan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam aksi teror tersebut.

BACA JUGA: OTK Lempar Bom Molotov ke Rumah Warga di Sibolga, Diduga Akibat Viralkan Penumpukan Bantuan Bencana

Teror Diduga Berkaitan dengan Isu Bantuan

Benny menyebutkan, aksi teror tersebut memunculkan kecurigaan karena terjadi sehari setelah Risman Lase menyuarakan dugaan penimbunan bantuan kemanusiaan pascabencana di kawasan eks Kampus Perikanan Panomboman.

“Bukan tanpa alasan kita menaruh curiga, sebab teror ini terjadi tepat satu hari setelah Risman Lase menyuarakan dan memviralkan dugaan penimbunan bantuan kemanusiaan pasca bencana di kawasan eks Kampus Perikanan Panomboman, pada Rabu 11 Maret 2026,” ucapnya.

Menurutnya, rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi juga merekam momen ledakan yang mengejutkan penghuni rumah. Istri Risman bahkan melihat kobaran api yang berasal dari botol berisi bahan bakar yang dilempar ke depan rumah mereka.

BACA JUGA: Wakil Koordinator KontraS Sumut Disiram Air Keras, Korban Alami Luka Serius

Polisi Diminta Bertindak Tegas

Benny menegaskan, aparat penegak hukum tidak boleh ragu mengusut kasus tersebut secara menyeluruh. Ia meminta polisi bekerja transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

“Jangan sampai ada kesan polisi main mata dalam kasus ini. Ini bukan sekadar pelemparan botol biasa, ini adalah upaya pembungkaman terhadap warga yang kritis. Polisi harus menunjukkan bahwa negara tidak kalah dengan pelaku teror,” tegasnya, Jumat (13/3/2026).

Ia juga berharap kepolisian tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap kemungkinan adanya pihak yang merancang aksi teror tersebut.

BACA JUGA: Istri Lurah Hutanabolon Larang Wartawan Liputan di Posko Pengungsian di Tapteng

Publik Tunggu Transparansi Penanganan Kasus

Saat ini, masyarakat menunggu langkah tegas aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus tersebut. Penanganan yang transparan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Transparansi penanganan kasus ini menjadi pertaruhan kredibilitas kepolisian dalam melindungi hak berpendapat warga negara,” ungkapnya. (KSC)

REPORTER: Benny Setiawan

Pos terkait