Percepat Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Gandeng Daerah: Target 46 Ribu Siswa di 2026

Percepat Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Gandeng Daerah: Target 46 Ribu Siswa di 2026
Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan program Sekolah Rakyat sebagai solusi pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan program Sekolah Rakyat sebagai solusi pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi Gusnar Ismail dan Ludi Oliansyah di Selalu Ada Kopi, Kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia, Selasa (21/4/2026).

Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Gorontalo dan Pagar Alam sebagai bagian dari program strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan.

Bacaan Lainnya

Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat menyasar anak-anak yang selama ini tidak tersentuh pendidikan formal, termasuk mereka yang putus sekolah karena tekanan ekonomi keluarga.

“Ini yang disasar oleh Presiden, bukan yang sudah sekolah. Tapi mereka yang putus sekolah dan tidak punya akses. Kita ingin memastikan mereka punya masa depan,” ujar Saifullah Yusuf dikutip dari laman Kemensos, Rabu (22/4/2026).

Program ini dirancang berbeda dari sekolah konvensional dengan sistem boarding school (berasrama) serta skema multi entry–multi exit, yang memungkinkan siswa masuk kapan saja tanpa harus menunggu tahun ajaran baru.

Menurutnya, pendekatan ini penting untuk memutus siklus kemiskinan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu kerap terpaksa bekerja membantu orang tua, sehingga pendidikan menjadi terabaikan.

“Kalau tidak diasramakan, mereka sering kembali bekerja. Ini yang kita ubah. Anak harus jadi investasi masa depan, bukan sumber penghasilan jangka pendek,” tegasnya.

BACA JUGA: Mensos Tegaskan 11 Juta Peserta PBI JKN Dialihkan, Bukan Dihapus: Subsidi Dipastikan Tepat Sasaran

Pemerintah menargetkan lonjakan signifikan jumlah peserta Sekolah Rakyat. Pada tahun 2026, jumlah siswa ditargetkan mencapai 46 ribu, dan akan terus meningkat hingga ratusan ribu dalam beberapa tahun ke depan.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam audiensi tersebut, Gusnar Ismail menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mendukung program ini. Saat ini, pihaknya telah menyiapkan lahan sekitar 3 hektare dan tengah melengkapi kekurangan agar pembangunan segera dimulai.

“Kami siap mendukung percepatan. Lahan sedang kami lengkapi agar bisa segera masuk tahap konstruksi,” ujarnya.

Sementara itu, Ludi Oliansyah juga menyampaikan komitmen serupa. Pemerintah Kota Pagar Alam siap menyediakan lahan lebih dari 6 hektare serta mendukung akses infrastruktur menuju lokasi pembangunan.

“Kami siap dari sisi lahan dan akses jalan. Harapan kami Sekolah Rakyat hadir di Pagar Alam karena masih banyak masyarakat miskin yang membutuhkan,” katanya.

Gus Ipul menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan daerah, khususnya dalam penyediaan lahan yang clean and clear serta kesiapan administrasi.

BACA JUGA: Kemensos dan BPS Percepat Pemutakhiran Data Sosial 2026, Bantuan Dipastikan Lebih Tepat Sasaran

Selain itu, ia menyoroti pentingnya akurasi data penerima manfaat. Menurutnya, peran operator desa menjadi krusial sebagai ujung tombak pendataan di lapangan.

“Data itu kunci. Yang paling tahu kondisi warga itu desa. Karena itu operator desa harus diperkuat agar data yang kita gunakan benar-benar akurat, terbarui, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tutup Saifullah Yusuf.

Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi konkret dalam membuka akses pendidikan bagi kelompok paling rentan, sekaligus menjadi investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait