KLIKSUMUT.COM – Nama Matta kembali mencuri perhatian publik setelah merilis sejumlah karya terbaru dalam beberapa tahun terakhir. Grup musik rock melayu asal Kota Bandung ini membuktikan eksistensinya di industri musik Tanah Air sejak berdiri pada 2006 hingga sekarang.
Matta dibentuk pada tahun 2006 dengan formasi awal yang terdiri dari Sunu Harmain (vokal), Yadi Bachman (drum), Yogi Wargana (gitar), Dicky Yudha Handika (gitar), Setia Permana (bass), dan Yudi Permana (keyboard).
Karier mereka langsung melejit lewat album perdana berjudul Ketahuan Sumpah Mati Playboy yang dirilis pada Juni 2007. Lagu “Ketahuan” menjadi hits besar dan membawa nama Matta dikenal luas oleh penikmat musik Indonesia, khususnya pecinta genre rock melayu.
BACA JUGA: Marvells: Band Asal Bandung yang Pernah Heboh dan Bertahan di Industri Musik Indonesia
Kesuksesan tersebut berlanjut pada tahun 2009 saat Matta merilis album kedua bertajuk Permatta. Album ini memiliki makna khusus karena dipersembahkan untuk para penggemar setia mereka yang disebut “Permatta”.
Dari album ini, lagu “Ada Yang Marah” menjadi single unggulan yang kembali memperkuat posisi Matta di industri musik nasional.
Setelah sempat vakum dari sorotan utama, Matta kembali aktif dengan merilis karya baru. Pada tahun 2024, mereka menghadirkan single “Yang Cantik Banyak Yang Nakal (Katanya)”, yang merupakan adaptasi dari lagu populer milik Trio Kwek Kwek berjudul “Katanya”.
BACA JUGA: MALIQ & D’Essentials: Perjalanan Panjang Band Jazz Pop Indonesia yang Konsisten Berkarya
Tak berhenti di situ, pada tahun 2025 Matta merilis single religi berjudul “Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa” yang berkolaborasi dengan Derry Sulaiman. Lagu ini menjadi karya penuh makna karena dipersembahkan untuk Kaisar Akira Ayman, anak dari mantan drummer Matta, Wok, yang meninggal dunia pada 1 November 2024.
Perjalanan panjang Matta menunjukkan konsistensi mereka dalam berkarya di tengah perubahan tren musik. Dengan ciri khas rock melayu yang mudah diterima berbagai kalangan, Matta tetap memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya.
Kembalinya Matta dengan karya-karya baru menjadi bukti bahwa band ini belum habis dan terus beradaptasi di era musik digital, sekaligus menjaga identitas musik mereka yang telah melekat sejak awal kemunculan. (KSC)
TIM REDAKSI





