KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menjadi perhatian pelaku pasar pada Sabtu (24/10/2026). Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), kurs dolar AS tercatat sebesar Rp18.069 per dolar AS pada Jumat (23/10/2026).
Angka tersebut menjadi acuan resmi terbaru yang tersedia karena JISDOR diterbitkan pada hari kerja, bukan setiap akhir pekan. Posisi ini naik Rp22 dibandingkan kurs JISDOR pada Kamis (22/10/2026) yang berada di level Rp18.047 per dolar AS.
Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS berdasarkan kurs referensi antarbank yang diterbitkan Bank Indonesia.
BACA JUGA: Dolar Hari Ini Jumat 23 Oktober 2026: Rupiah Tertekan, Kurs Dolar AS Tembus Rp18.060
Kurs Dolar Hari Ini Berdasarkan Data Terbaru BI
Mengacu pada data resmi Bank Indonesia, berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap rupiah dalam beberapa hari perdagangan terakhir:
- 23 Oktober 2026: Rp18.069 per dolar AS.
- 22 Oktober 2026: Rp18.047 per dolar AS.
- 21 Oktober 2026: Rp17.986 per dolar AS.
- 20 Oktober 2026: Rp18.006 per dolar AS.
- 19 Oktober 2026: Rp18.050 per dolar AS.
Data tersebut memperlihatkan pergerakan nilai tukar yang masih berfluktuasi. Pada Jumat, 23 Oktober 2026, kurs JISDOR kembali meningkat setelah sempat turun pada perdagangan sebelumnya.
Data resmi dapat dipantau melalui laman JISDOR Bank Indonesia di https://www.bi.go.id/id/statistik/informasi-kurs/default.aspx.
Mengapa Pergerakan Dolar Penting Diperhatikan?
Perubahan kurs dolar AS terhadap rupiah memiliki dampak terhadap berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari perdagangan internasional, biaya impor, kebutuhan valuta asing, hingga transaksi masyarakat yang berkaitan dengan mata uang asing.
Ketika dolar menguat terhadap rupiah, biaya pembelian barang impor dan pembayaran dalam dolar berpotensi meningkat jika faktor lain tetap. Sebaliknya, pelemahan dolar terhadap rupiah dapat membantu menekan biaya impor, meskipun dampak akhirnya bergantung pada harga barang, biaya distribusi, dan kebijakan perusahaan.
Bagi pelaku usaha, investor, serta masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi dalam dolar AS, memantau pergerakan kurs menjadi langkah penting sebelum melakukan transaksi.
Apa yang Memengaruhi Kurs Dolar terhadap Rupiah?
Pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, arah kebijakan moneter Bank Indonesia, inflasi, kondisi ekonomi global, arus modal asing, serta perkembangan geopolitik.
Permintaan terhadap dolar AS di pasar internasional juga dapat berubah ketika investor menyesuaikan portofolio dan tingkat risiko investasi. Karena itu, pergerakan kurs harian tidak selalu mencerminkan satu faktor tunggal.
Meski demikian, perubahan kurs dalam satu hari belum cukup untuk memastikan arah pergerakan rupiah dalam jangka panjang. Pelaku pasar perlu memperhatikan data ekonomi dan perkembangan kebijakan terbaru.
Cara Mengetahui Kurs Dolar Jual dan Beli
Masyarakat perlu memahami bahwa kurs referensi JISDOR tidak selalu sama dengan kurs jual dan beli yang ditawarkan bank, money changer, atau penyedia layanan transfer internasional.
Kurs transaksi dapat berbeda bergantung pada penyedia layanan, biaya administrasi, waktu transaksi, dan jenis layanan yang digunakan. Oleh sebab itu, masyarakat disarankan memeriksa kurs jual dan beli yang berlaku sebelum menukarkan rupiah ke dolar AS atau sebaliknya.
Bank Indonesia menjelaskan bahwa JISDOR merupakan kurs referensi berdasarkan transaksi spot dolar AS terhadap rupiah di pasar antarbank domestik. Informasi tersebut menjadi salah satu acuan untuk memahami perkembangan nilai tukar di Indonesia.
BACA JUGA: Dolar Hari Ini 22 Oktober 2026: Rupiah Menguat, Kurs Acuan BI Tembus Rp17.986 per Dolar AS
Pantau Perkembangan Dolar Hari Ini
Perkembangan dolar hari ini tetap perlu dicermati di tengah dinamika ekonomi global dan pergerakan pasar keuangan. Berdasarkan data terbaru yang tersedia, JISDOR berada di level Rp18.069 per dolar AS pada 23 Oktober 2026.
Masyarakat dan pelaku usaha sebaiknya menggunakan kurs sesuai kebutuhan transaksi serta memeriksa pembaruan dari sumber resmi sebelum mengambil keputusan keuangan. (KSC)







