Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp1,9 Juta per Gram, Naik Rp26 Ribu Usai Tertekan 2 Hari

Harga Emas Dunia Terjun Bebas! Pemegang Emas Was-Was di Tengah Meredanya Ketegangan AS-China
Pramuniaga menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Senin (6/1/2020). Pengusaha emas setempat mengaku kenaikan harga emas Antam terutama untuk berat satu gram yang mencapai rekor tertinggi yakni Rp819.000, membuat permintaan logam mulia tersebut menurun sekitar 15 persen. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/ama.

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Harga emas Antam Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk kembali menunjukkan performa cemerlang. Pada perdagangan hari ini, Jumat (30/5/2025) pukul 08.38 WIB, harga emas di butik LM Graha Dipta Pulo Gadung melonjak sebesar Rp26.000 dan menembus level psikologis Rp1.900.000 per gram.

Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dalam tiga hari terakhir dan sekaligus memutus tren penurunan dua hari beruntun sebelumnya, di mana harga emas sempat terpuruk hingga Rp49.000. Dengan lonjakan hari ini, emas Antam kembali menunjukkan daya tariknya sebagai instrumen lindung nilai yang kuat.

BACA JUGA: Harga Emas Anjlok 3 Hari Berturut, Dolar AS Menguat dan Ketegangan Perang Dagang Mereda

Harga Buyback Ikut Naik, Sentimen Pasar Menguat

Tidak hanya harga jual, harga buyback emas Antam — yang merupakan harga yang digunakan saat konsumen menjual kembali emas ke Antam — juga ikut naik signifikan sebesar Rp26.000 menjadi Rp1.744.000 per gram.

Kenaikan harga ini didorong oleh sentimen positif dari pasar emas global. Berdasarkan data Refinitiv, harga emas dunia pada Kamis (29/5/2025) ditutup melonjak 0,81% atau berada di level US$3.315,89 per troy ons. Ini menjadi titik balik setelah harga logam mulia global sempat tertekan selama tiga hari beruntun dengan penurunan kumulatif sebesar 2,06%.

Penguatan ini membawa harga emas dunia kembali ke atas level US$3.300, memperkuat tren bullish yang juga tercermin di pasar domestik.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas

Analis pasar menyebutkan bahwa lonjakan harga emas ini disebabkan oleh beberapa faktor utama, di antaranya:

Kekhawatiran Geopolitik dan Ketidakpastian Global: Ketegangan di kawasan Timur Tengah dan ketidakpastian suku bunga global membuat investor kembali memburu emas sebagai aset aman (safe haven).

BACA JUGA: Harga Emas Ambruk Usai Trump Batalkan Tarif UE, Analis Prediksi Bakal Tembus US$3.500

Pelemahan Dolar AS: Melemahnya indeks dolar Amerika Serikat turut mendorong harga emas di pasar global.

Permintaan Musiman: Menjelang musim liburan dan Idul Adha, permintaan emas di pasar domestik biasanya meningkat.

Rekomendasi untuk Investor

Dengan tren penguatan yang kembali muncul, para investor disarankan untuk mencermati pergerakan harga emas dalam beberapa hari ke depan. Analis menyarankan agar pembelian dilakukan secara bertahap dan tetap memperhatikan volatilitas pasar global yang masih tinggi. (KSC)

Pos terkait