BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang 17 September 2026, Ini Daftar Wilayahnya

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumut 22–27 November 2025, Warga Diminta Waspada
PERINGATAN BMKG: BMKG memperingatkan cuaca ekstrem melanda Sumatera Utara pada 22–27 November 2025 dan meminta warga meningkatkan kewaspadaan. (FOTO: Ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang pada Kamis (17/9/2026).

Prakiraan tersebut muncul di tengah kondisi sebagian besar wilayah Indonesia yang masih didominasi musim kemarau dan atmosfer relatif kering.

Dalam prakiraan cuaca periode 15–21 September 2026, BMKG menyebut sekitar 81 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Kondisi kering tersebut dipengaruhi antara lain oleh fenomena El Niño yang masih berada dalam kategori sangat kuat.

Meski demikian, peluang hujan tetap terbuka di sejumlah wilayah. Aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin, serta adanya daerah perlambatan dan pertemuan angin, dapat mendukung pertumbuhan awan hujan secara lokal.

BACA JUGA: Pemprov Sumut Apresiasi BMKG Tingkatkan Literasi Kebencanaan Generasi Muda

Bacaan Lainnya

Wilayah yang Berpotensi Hujan pada 17 September

Untuk periode 15–17 September 2026, BMKG memprakirakan peningkatan hujan dengan intensitas sedang terjadi di sejumlah wilayah.

Daerah tersebut meliputi:

  • Sumatera Barat
  • Kepulauan Riau
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Papua Pegunungan
  • Papua

Sementara itu, terdapat wilayah yang masuk kategori siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, yakni Aceh dan Sumatera Utara.

Hujan lebat tersebut berpotensi disertai kilat atau petir dan angin kencang, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem.

Daftar Wilayah Berpotensi Angin Kencang

Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang pada periode yang sama.

Wilayah yang perlu mewaspadai angin kencang yaitu:

  • Bali
  • Banten
  • Jawa Barat
  • Jawa Timur
  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Utara
  • Kalimantan Selatan
  • Papua Barat Daya
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan.

BMKG mengingatkan angin kencang dapat menyebabkan pohon atau dahan tumbang, kerusakan bangunan, baliho roboh hingga gangguan aktivitas masyarakat.

Musim Kemarau Masih Mendominasi

Di sisi lain, kondisi cuaca Indonesia secara umum masih didominasi atmosfer kering. BMKG mencatat sebanyak 1.637 titik mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori ekstrem, yakni lebih dari 60 hari berturut-turut tanpa hujan.

Kondisi tersebut terutama terjadi di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan. Pengaruh El Niño kategori sangat kuat juga masih membuat pasokan uap air relatif terbatas di berbagai daerah.

Kondisi kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penyebaran kabut asap. BMKG mencatat konsentrasi hotspot masih cukup tinggi, terutama di wilayah Kalimantan, Papua dan Maluku, Sulawesi, serta Sumatra.

BACA JUGA: BMKG Aktif Ingatkan Cuaca Ekstrem, Pemerintah Jangan Lagi “Low Respons”

Masyarakat Diminta Waspada

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada meski hujan hanya berpotensi terjadi secara lokal. Hujan yang disertai petir dan angin kencang dapat memicu genangan, pohon tumbang, longsoran material hingga gangguan aktivitas transportasi.

Masyarakat juga diminta mengantisipasi kondisi panas dan kering dengan menjaga kecukupan cairan tubuh, menghemat air, serta tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar.

Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi InfoBMKG karena kondisi cuaca dapat berubah secara cepat dan bersifat lokal. (KSC)

Pos terkait