KLIKSUMUT.COM | LABUHANBATU – Warga Jalan Air Bersih, Lingkungan Air Bersih, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang telah meninggal dunia di dalam kamar kos, Rabu (16/9/2026).
Pria tersebut diketahui bernama Fery Andreas Ginting alias Aseng (36). Jasadnya ditemukan setelah beberapa hari korban tidak terlihat oleh warga maupun kerabat.
Kepala Lingkungan (Kepling) setempat, Abdullah Ritonga, mengatakan, Fery diketahui telah lama mengalami sakit. Namun, mengenai penyebab pasti kematiannya, masih menunggu hasil pemeriksaan medis. “Selama ini sakit,” ujar Abdullah.
Informasi yang dihimpun, Fery telah lebih dari setahun menyewa salah satu kamar di rumah kos tersebut. Ia menempati kamar ketiga dari enam kamar yang tersedia.
BACA JUGA: KORMI Labuhanbatu Gelar Ramah Tamah dengan INORGA, Sosialisasi MUSKAB 2026
Sehari-hari, Fery disebut bekerja sebagai agen sewa penumpang bus di kawasan Simpang Kompi, Janji. Dalam beberapa hari terakhir, keberadaannya tidak diketahui sehingga menimbulkan pertanyaan dari keluarga.
Penemuan bermula ketika paman Fery datang mencari ke rumah kos. Karena Fery tidak kunjung terlihat, sang paman kemudian bertanya kepada warga sekitar.
Anto, menantu pemilik rumah kos, selanjutnya menunjukkan kamar yang ditempati Fery. Setelah pintu kamar diketuk dan tidak mendapat respons, Anto mencoba melihat ke dalam melalui ventilasi dengan menaiki bangku.
Dari ventilasi tersebut, ia melihat Fery dalam kondisi tidak bergerak. Warga juga mencium aroma tidak sedap dari dalam kamar.
“Tulangnya datang mencari Aseng. Karena sudah beberapa hari tidak masuk kerja,” kata Anto.
Warga memperkirakan Fery telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. Namun, perkiraan waktu kematian tersebut belum dapat dipastikan secara medis.
Petugas INAFIS Polres Labuhanbatu bersama pihak kelurahan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan awal terhadap tempat kejadian.
BACA JUGA: Rakor GTRA Sumut 2026, Pemkab Labuhanbatu Dorong Penyelesaian Persoalan Agraria
Jasad Fery selanjutnya dibawa ke instalasi jenazah RSUD Rantauprapat untuk menjalani visum et repertum (VeR).
Pemeriksaan tersebut penting untuk membantu memastikan kondisi serta penyebab kematian berdasarkan temuan medis. Karena itu, hingga pemeriksaan selesai, belum dapat disimpulkan adanya faktor tertentu di balik kematian Fery.
Pihak keluarga selanjutnya berencana memakamkan jenazah setelah proses pemeriksaan dan pemulasaraan selesai.
“Mayatnya dibawa ke kamar mayat RSUD. Untuk dimandikan dan dikafani. Kemudian akan dikebumikan malam ini juga,” tandas Kepling Abdullah. (KSC)
Reporter: Fajar Dame Harahap








