KLIKSUMUT.COM | MEDAN ~ Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menegaskan bahwa pihaknya aktif menyebarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) maupun Pemerintah kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemko) belum memberikan tindak lanjut mitigasi kepada masyarakat.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Endah Pariamita, menjelaskan bahwa lembaganya telah mengeluarkan tiga kali press release resmi terkait potensi cuaca ekstrem.
Press release pertama pada 17–24 November 2025, press release kedua pada 22–27 November 2025, dan press release ketiga pada 26 November–2 Desember 2025.
BACA JUGA: BMKG: Belokan Angin Picu Hujan di Sumut pada Desember 2025
BMKG gencar menginformasikan kondisi prakiraan cuaca, ketika mendeteksi potensi bibit siklon atau bibit senyar.
Selain melalui press release, BMKG menyebarkan informasi cuaca ekstrem ke berbagai kanal, termasuk langsung ke BPBD Sumut, media massa, platform digital, dan seluruh akun resmi BMKG di media sosial.
“Sebagai lembaga yang menyediakan informasi cuaca, kami berharap peringatan yang kami sampaikan ke BPBD juga dapat diteruskan kepada masyarakat luas,” ujar Endah saat konfrensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (4/12/2025).
BACA JUGA: Rapat Terbatas dengan BMKG: Menko AHY Bahas Modifikasi Cuaca di Tiga Provinsi Terdampak Bencana
Tantangan Kepercayaan Masyarakat
Endah menambahkan, masih terdapat kesenjangan kepercayaan masyarakat terhadap informasi cuaca ekstrem, terutama saat hujan deras. Banyak warga menganggap hujan lebat tidak akan menimbulkan dampak signifikan.
“Kadang ada rasa kurang percaya dari masyarakat. Ketika hujan lebat, mereka menganggap tidak akan ada dampak, padahal potensi risiko tetap ada,” jelasnya.
BACA JUGA: Sumut Cerah Berawan: BMKG Ingatkan Ancaman Siklon Masih Mengintai
Upaya BMKG Mempercepat Komunikasi
Untuk mempercepat penyebaran peringatan di tingkat lokal, BMKG mengirimkan informasi melalui Grup Tim Reaksi Cepat. Grup ini mencakup perangkat desa dan kelurahan, aparatur kecamatan, TNI, Polri, hingga pengawas bendungan dan sungai.
“Langkah ini agar peringatan dapat segera menjangkau wilayah-wilayah rawan,” ucap Endah.
BMKG berharap, masyarakat lebih aktif memperbarui informasi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan.
“Kami berharap masyarakat semakin tanggap terhadap peringatan dini cuaca. Ini bisa menjadi pelajaran bersama. Jika ada hujan lebat atau potensi bencana berikutnya, semua pihak lebih siap dan sigap,” tutupnya. (KSC)








