KLIKSUMUT.COM | BINJAI – Setelah diguyur hujan ekstrem selama empat hari berturut-turut, langit Sumatera Utara akhirnya kembali cerah berawan pada Sabtu (29/11/2025) pagi sekitar pukul 08.32 WIB. Suhu maksimum hari ini diprakirakan mencapai 37°C, dengan kondisi cerah yang berpotensi bertahan hingga petang. Namun, pertanyaan besar muncul: sampai kapan stabilitas cuaca ini bertahan?
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem yang melanda Sumut pada periode 25–28 November dipicu keberadaan Siklon Tropis Senyar dan sistem tekanan rendah di sekitar Selat Malaka. Kombinasi dua fenomena atmosfer ini meningkatkan curah hujan intens dan memperluas pembentukan awan-awan konvektif di wilayah barat Indonesia.
BACA JUGA: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumut 22–27 November 2025, Warga Diminta Waspada
BMKG mengingatkan bahwa meski kondisi hari ini tampak lebih bersahabat, masyarakat diminta tetap waspada. Perubahan cuaca masih mungkin terjadi secara tiba-tiba mengingat dinamika atmosfer belum benar-benar stabil.
Potensi yang masih perlu diwaspadai meliputi: hujan lokal berdurasi singkat, angin kencang, suhu udara tinggi hingga mencapai level ekstrem dan turbulensi cuaca di wilayah pesisir dan dataran rendah
Sebelumnya, sejumlah wilayah di Sumatera Utara, termasuk Kota Medan dan sekitarnya mengalami genangan hingga gangguan aktivitas masyarakat akibat guyuran hujan lebat. BMKG menyebut melemahnya siklon tropis serta mulai stabilnya pola sirkulasi atmosfer menjadi alasan utama membaiknya cuaca hari ini.
BACA JUGA: BMKG Ungkap Pemicu Longsor Cilacap, Ini Penyebabnya
Cuaca ekstrem yang terjadi selama sepekan terakhir kembali menegaskan pentingnya sistem peringatan dini yang efektif serta kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Pemerintah daerah diimbau memperkuat: koordinasi lintas sektor untuk mitigasi risiko, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta upaya pemulihan cepat pasca-bencana di wilayah terdampak. (KSC)
REPORTER: Dody Ariandi







