Pengawas Balai: Kami Tidak Diberitahu! Proyek PT Tombang Mitra Utama di Dairi Diduga Asal Jadi

Pengawas Balai: Kami Tidak Diberitahu! Proyek PT Tombang Mitra Utama di Dairi Diduga Asal Jadi
Proyek lanjutan pengaspalan jalan nasional ruas Kabanjahe - KM 6 Desa Sungai Raya, Kec. Siempat Nempu Hulu, Kab. Dairi, yang dikerjakan PT. Tombang Mitra Utama menghasilkan mutu yang memprihatinkan. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | DAIRI – Diduga kuat abai terhadap prosedur, proyek lanjutan pengaspalan jalan nasional ruas Kabanjahe – KM 6 Desa Sungai Raya, Kec. Siempat Nempu Hulu, Kab. Dairi, yang dikerjakan PT. Tombang Mitra Utama menghasilkan mutu yang memprihatinkan.

Baru hitungan minggu dihampar, hotmix sepanjang 1 km sudah retak memanjang di pinggir lajur kanan. Padahal pekerjaan ini masih dalam tahap pelaksanaan dan dibiayai uang rakyat melalui APBN.

Pantauan di lapangan, Rabu (10/9/2026), kerusakan sudah terlihat jelas. Sementara lajur kiri masih dalam proses penghamparan.

Diduga Kongkalikong? Pembongkaran Hotmix Tanpa Pengawasan dan Cek Suhu
Fakta di lapangan menunjukkan adanya dugaan pembiaran. Proses pembongkaran material hotmix dari dump truk ke paver dilakukan tanpa kehadiran pengawas dari Balai maupun konsultan supervisi.

BACA JUGA: PEMBIARAN! Hampir 1 Bulan, Gas LPG 3 kg di Kota Gunungsitoli Langka. Pengawasan Pemerintah Gagal Total

Lebih parah lagi, tidak ada pengecekan suhu hotmix sama sekali saat material dibongkar. Padahal itu prosedur wajib demi menjaga mutu aspal.

Pengakuan pekerja di lapangan semakin menguatkan dugaan tersebut.
“Dicek suhunya cuma sekali bang,” ujarnya.

Sementara itu, 4 unit mobil dump truk pembawa hotmix terlihat antri menunggu giliran. Namun tak satu pun muatan yang dicek suhunya sebelum dihampar.

Bacaan Lainnya

Ada apa antara kontraktor dengan pengawas dari Balai, sehingga pengawasan dan pengecekan mutu sengaja diabaikan? Publik berhak tahu.

Pengawas Balai Cuci Tangan
Saat dikonfirmasi, Pengawas dari BBPPJN Sumut, Marga Sitanggang, justru lepas tangan.

“Pengaspalan hotmix itu dilakukan kemarin, makanya kami datang. Akan tetapi dilaksanakan pengaspalan hotmix pada hari ini 10 September 2026, dan pihak kontraktor tidak ada memberi tahukan, makanya kami tidak datang,” ujar Sitanggang.

Pernyataan itu menimbulkan tanda tanya besar. Seharusnya pengawas proaktif, bukan menunggu pemberitahuan dari kontraktor. Apalagi pekerjaan jalan nasional dengan anggaran besar tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada kontraktor tanpa kontrol.

Warga Kecewa: “Ini Uang Pajak Kita”
Kekecewaan juga disampaikan warga yang berada di lokasi pekerjaan. Mereka menyayangkan mutu pekerjaan yang diduga dikerjakan asal-asalan.

“Ini proyek kan anggarannya dari pajak kita masyarakat. Masa ngerjakan pengaspalan hotmix ini asa asal,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.

Warga berharap pemerintah segera mengevaluasi dan menindak tegas kontraktor maupun pengawas yang lalai.

Papan Proyek Sembunyi di Kabanjahe
Informasi dari pekerja, kegiatan ini merupakan lanjutan dari arah Kabanjahe. Wajar jika papan proyek dipasang di Kabanjahe, jauh dari lokasi pekerjaan di KM 6 Sungai Raya.

BACA JUGA: MIN 1 Dairi Hadirkan Sudut Literasi, Oase Membaca di Tengah Era Digital

“Pengerjaan ini lanjutan dari Kabanjahe, makanya papan proyeknya di sana,” ungkap pekerja.

Kondisi ini membuat pengawasan masyarakat di Dairi menjadi sulit.

Potensi Kerugian Negara
Retak dini ini diduga akibat pemadatan asal-asalan, tidak adanya pengecekan suhu, dan sambungan memanjang yang tidak di-treatment. Jika dibiarkan, negara berpotensi rugi karena harus melakukan perbaikan berulang.

Hingga berita ini diturunkan, PT. Tombang Mitra Utama dan PPK BBPPJN Sumut belum memberikan klarifikasi.

Warga mendesak agar BBPPJN Sumut dan KPK segera turun audit. Jangan sampai proyek APBN jadi bancakan dan mutu dikorbankan. (KSC)

Reporter: Juniker Berutu

Pos terkait