Dolar Hari Ini 6 September 2026: Kurs USD Tembus Rp17.777, Rupiah Masih Jadi Perhatian

Rupiah Melemah ke Rp17.188 per Dolar AS, Sentimen Global dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Mata uang Garuda tercatat melemah 50 poin atau sekitar 0,29 persen ke level Rp17.188 per dolar AS, sekaligus menyentuh posisi terendahnya dalam beberapa waktu terakhir.

KLIKSUMUT.COM | KLIKSUMUT.COM – Harga dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah menjadi perhatian masyarakat pada Minggu, 6 September 2026. Berdasarkan data kurs transaksi Bank Indonesia (BI) yang tersedia untuk akhir pekan, kurs jual dolar AS berada di level Rp17.777,44 per USD, sedangkan kurs belinya mencapai Rp17.600,56 per USD.

Sementara itu, nilai tengah atau kurs tengah dolar AS tercatat sekitar Rp17.689 per USD. Data tersebut mengacu pada pembaruan kurs BI untuk hari kerja sebelumnya, mengingat Kurs Transaksi BI hanya diumumkan pada hari kerja.

Dengan demikian, masyarakat yang mencari informasi harga dolar hari ini, kurs dolar hari ini, dolar ke rupiah, maupun USD/IDR perlu memperhatikan bahwa angka kurs bank dapat berbeda tergantung bank dan waktu transaksi.

Kurs Dolar Hari Ini

Berikut gambaran kurs dolar AS terhadap rupiah berdasarkan data terbaru yang tersedia:

Bacaan Lainnya
Jenis Kurs Nilai
Kurs Beli BI Rp17.600,56
Kurs Tengah Rp17.689,00
Kurs Jual BI Rp17.777,44

Kurs Transaksi BI terdiri atas kurs jual dan kurs beli valuta asing terhadap rupiah. Untuk dolar AS, kurs tengahnya mengacu pada kurs acuan JISDOR hari kerja sebelumnya.

Berapa Harga 1 Dolar ke Rupiah Hari Ini?

Jika menggunakan kurs tengah sekitar Rp17.689, maka secara sederhana:

  • 1 USD ≈ Rp17.689
  • 10 USD ≈ Rp176.890
  • 100 USD ≈ Rp1.768.900
  • 1.000 USD ≈ Rp17.689.000

Namun, nilai yang diterima ketika menukarkan dolar secara langsung dapat berbeda karena adanya spread atau selisih antara kurs beli dan kurs jual.

Kurs Dolar di Perbankan Juga Berbeda

Selain kurs BI, kurs dolar di perbankan juga menunjukkan angka yang bervariasi. Data pemantauan kurs bank pada 6 September 2026, misalnya, memperlihatkan kurs jual dan beli yang berbeda antara satu bank dengan bank lainnya.

Perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar karena kurs transaksi masing-masing bank dapat dipengaruhi kondisi pasar valuta asing, kebijakan bank, serta waktu pembaruan kurs.

Rupiah Masih Berada di Bawah Tekanan Dolar AS

Pergerakan rupiah terhadap dolar AS sepanjang perdagangan terakhir juga menjadi perhatian pasar. Data USD/IDR menunjukkan dolar AS berada di sekitar Rp17.635 pada penutupan perdagangan 4 September 2026. Pada 3 September, pasangan USD/IDR tercatat sekitar Rp17.655, setelah sebelumnya berada di Rp17.755 pada 2 September.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah masih cukup dinamis terhadap dolar AS. Kondisi pasar global, kebijakan bank sentral, arus modal, serta sentimen investor menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan kurs.

Kenapa Harga Dolar Penting Dipantau?

Pergerakan dolar AS tidak hanya berpengaruh terhadap pelaku pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah juga berkaitan dengan berbagai aktivitas ekonomi, termasuk perdagangan internasional, impor, ekspor, investasi dan harga sejumlah komoditas.

Karena itu, informasi kurs dolar hari ini banyak dicari masyarakat, terutama pelaku usaha yang memiliki transaksi menggunakan mata uang dolar AS.

Bank Indonesia sendiri menjelaskan bahwa JISDOR merupakan harga spot USD/IDR yang disusun berdasarkan transaksi dolar AS terhadap rupiah antarbank di pasar valuta asing Indonesia. JISDOR diterbitkan pada hari kerja dan menjadi salah satu referensi penting bagi pasar.

BACA JUGA: Dolar Hari Ini 3 September 2026: Rupiah Masih Tertekan di Rp17.700-an, Cek Kurs USD ke Rupiah

Harga dolar hari ini, Minggu 6 September 2026, berada di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.777 per dolar AS, berdasarkan kurs transaksi BI terbaru yang tersedia. Kurs jual BI tercatat Rp17.777,44, sementara kurs beli berada di Rp17.600,56.

Perlu diingat, kurs dolar di bank, money changer, dan pasar valuta asing dapat berbeda serta berubah mengikuti kondisi pasar. (KSC)

Pos terkait