Generasi Muda Didorong Melek Finansial lewat Like It

Generasi Muda Didorong Melek Finansial lewat Like It
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono pada program Like It. (kliksumut.com/Ist)

KLIKSUMUT.COM | BANTEN – Generasi muda saat ini merupakan kelompok yang sangat dekat dengan teknologi digital, namun kecakapan digital tidak secara otomatis berarti kecakapan finansial.

Hal itu disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dicky Kartikoyono dalam keterangan tertulis dilansir Rabu, (9/9/2026).

Pada program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like  It), Kartikoyono menyebutkan, kegiatan itu menjadi momentum untuk membekali generasi muda, khususnya mahasiswa, dengan pemahaman pentingnya menabung.

BACA JUGA: Perkuat Penegakan Hukum, OJK Jatuhkan 1.277 Sanksi Pelanggaran Pasar Modal

Selain itu juga pemahaman  berinvestasi menggunakan layanan keuangan digital secara aman, serta mengelola keuangan secara mandiri.

Bacaan Lainnya

Sekaitan dengan  itu OJK terus mendorong peningkatan literasi keuangan yang masif dan merata melalui program Like It dengan tema “Money Moves: Invest Today, Build Your Future” di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Convention Hall, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, semakin mudah akses terhadap produk dan layanan keuangan, semakin besar pula kebutuhan untuk memahami risiko dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.

Dikatakan Dicky, ketika semakin banyak produk keuangan yang ditawarkan kepada masyarakat, maka diperlukan kemampuan untuk mengambil keputusan yang sadar dan bertanggung jawab.

Masyarakat juga diimbau untuk mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan serta memulai investasi sedini mungkin.

Disebutkannya, ada beberapa kata kunci yang dapat dilakukan, yakni kelola, lindungi dan tumbuhkan.

Dijelaskannya, dengan literasi keuangan generasi muda terhindar dari sikap Fear of Missing Out (FOMO) dan Fear of Other People’s Opinions (FOPO) dalam mengelola keuangannya.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan penguatan literasi keuangan bagi generasi muda perlu diarahkan tidak hanya agar mereka siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu mengelola penghasilan, membangun usaha, berinvestasi, serta melindungi diri dari kejahatan keuangan.

Andra Soni menambahkan perkembangan teknologi digital perlu diimbangi dengan pengetahuan, kehati-hatian, dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat.

Hal tersebut penting mengingat berbagai modus kejahatan keuangan digital semakin beragam.

Modus kejahatan itu antara lain phishing, penyamaran sebagai petugas lembaga keuangan, tautan palsu, akun media sosial palsu, investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus yang memanfaatkan teknologi digital dan rekayasa sosial.

Anggota Komisi XI DPR RI Annisa M. A. Mahesa mengingatkan generasi muda agar tidak mengambil keputusan investasi secara impulsif hanya karena mengikuti tren atau rekomendasi di media sosial.

Menurutnya, sebagai generasi muda perlu membangun fondasi pengelolaan keuangan sebelum mulai berinvestasi atau memilih menggunakan produk keuangan lainnya.

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Muhammad Ishom mengatakan, penguatan literasi keuangan menjadi penting bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, di tengah semakin luasnya akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan.

Program Like It merupakan inisiatif edukatif yang mendorong generasi muda untuk semakin cakap dalam mengelola keuangan dan memahami investasi.

Program Like It telah dilaksanakan sejak  2021 dan merupakan kolaborasi antara Kementerian Keuangan RI, Bank Indonesia, OJK dan Lembaga Penjamin Simpanan ( LPS).

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan OJK bersama LPS dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

Angka tersebut menunjukkan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan semakin luas, namun masih terdapat ruang yang besar untuk perkuat pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku keuangan masyarakat.

Tantangan tersebut juga terlihat pada kelompok pelajar dan mahasiswa.

Berdasarkan SNLIK 2026, indeks literasi keuangan kelompok pelajar/mahasiswa tercatat sebesar 62,72 persen, masih di bawah indeks literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen.

Di sisi lain, kelompok pelajar/mahasiswa memiliki indeks inklusi keuangan sebesar 92,76 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memastikan kepemilikan akses generasi muda terhadap produk dan layanan keuangan berjalan selaras dengan peningkatan kecakapan dalam menggunakannya secara tepat dan bertanggung jawab.

Kegiatan diikuti 1.000 mahasiswa dari civitas academica UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten serta perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di wilayah Banten.

Selain itu, sebanyak 2.473 mahasiswa dan masyarakat umum turut mengikuti kegiatan secara daring melalui live streaming YouTube OJK.

BACA JUGA: OJK Lantik Pejabat Baru, Perkuat Kinerja Organisaai Hadapi Tantangan UU P2SK

OJK bersama seluruh pemangku kepentingan melalui Like It 2026, mengajak generasi muda Banten untuk mulai membangun perilaku keuangan yang sehat sejak dini.

Selain itu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat, memahami risiko sebelum menggunakan produk keuangan, serta menjadikan kecakapan finansial sebagai bagian dari gaya hidup.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda dapat membangun masa depan finansialnya sendiri serta mampu berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (KSC)

Reporter: Swisma

Pos terkait