KLIKSUMUT,COM | MEDAN – Peluang UMKM perempuan dan industri rumahan Sumatera Utara untuk menembus pasar internasional terus dibuka. Kolaborasi antara PTPN IV Regional 1, Asia Small Business Federation (ASBF) Sumatera Utara dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sumut menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong pelaku usaha naik kelas.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekspor UMKM dan Bazar UMKM 2026 yang mengusung tema “Gerbang Menuju Pasar Global”.
Kegiatan digelar Kamis (6/8/2026) di Aula Gedung Dinas Pemberdayaan Perempuan Sumatera Utara. Selain pembekalan ekspor dan bazar UMKM, kegiatan juga dirangkai dengan operasi pasar murah yang diisi Perum Bulog sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan membantu pengendalian inflasi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati pada 17 Agustus 2026.
Ketua ASBF Sumatera Utara, Hj. Henny Pratiwi, SP., MM, mengatakan pelaku UMKM harus memiliki keberanian untuk mengembangkan usaha dari pasar lokal menuju pasar yang lebih luas.
Menurut Henny, penguatan kapasitas menjadi faktor penting agar produk UMKM Sumatera Utara mampu memiliki daya saing dan memenuhi tuntutan pasar internasional.
Ia menegaskan, kualitas produk saja belum cukup untuk menjadi modal memasuki pasar ekspor.
Pelaku usaha juga harus memahami legalitas, dokumen ekspor, sertifikasi, kemasan, logistik hingga karakteristik pasar negara tujuan.
“UMKM harus berani naik kelas. Produk kita memiliki potensi, tetapi harus dibarengi dengan pengetahuan dan kesiapan untuk memenuhi standar pasar global,” kata Henny.
Henny menilai potensi produk UMKM Sumatera Utara cukup besar. Produk makanan, kerajinan, hasil pertanian hingga berbagai produk industri rumahan dapat dikembangkan menjadi komoditas yang memiliki nilai tambah.
Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan pemenuhan standar.
Kemasan, misalnya, tidak hanya dituntut menarik secara visual, tetapi juga harus mampu melindungi produk selama proses distribusi.
Selain itu, informasi produk, sertifikasi serta dokumen pendukung harus disiapkan sesuai dengan persyaratan negara tujuan.
Karena itu, Henny berharap pelaku UMKM tidak lagi memandang ekspor sebagai sesuatu yang hanya bisa dilakukan perusahaan besar.
“UMKM bisa memulai secara bertahap dengan memahami persyaratan dan prosedur ekspor. Yang penting ada kemauan untuk belajar dan meningkatkan kualitas usaha,” ujarnya.r
Bimtek Ekspor UMKM 2026 memberikan pembekalan praktis mengenai berbagai tahapan yang harus dipahami calon eksportir.
Materi yang diberikan meliputi kepabeanan dan kebijakan ekspor, Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), CEISA 4.0, HS Code, sertifikasi karantina, perjalanan ekspor, strategi pasar global, logistik, packaging hingga kesiapan mental eksportir.
Pembekalan tersebut diharapkan membuat pelaku UMKM lebih siap menghadapi proses perdagangan internasional.
Dengan pengetahuan yang memadai, pelaku usaha dapat mulai mempersiapkan produk, legalitas dan dokumen secara bertahap sebelum menentukan pasar tujuan.
Dukungan terhadap pengembangan UMKM juga disampaikan Region Head PTPN IV Regional 1, Rurianto.
Menurut Rurianto, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, pelaku usaha tidak cukup hanya bertahan di pasar lokal, tetapi harus mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing.
“UMKM harus berani naik kelas. Produk kita memiliki potensi, tetapi harus dibarengi dengan pengetahuan dan kesiapan untuk memenuhi standar pasar global,” kata Rurianto.
Ia juga mengajak pelaku UMKM menjadikan Bimtek tersebut sebagai langkah awal untuk memperkuat usaha.
Menurutnya, keberhasilan menuju pasar global membutuhkan proses dan konsistensi. Produk harus berkualitas, legalitas lengkap, kemasan memenuhi standar dan pelaku usaha memahami regulasi serta kebutuhan konsumen internasional.
“Dari Sumatera Utara, kita dorong produk lokal menuju pasar Indonesia dan pasar dunia,” tegasnya.
BACA JUGA: ASBF Regional Sumut Gandeng UPMI dan Potensi Utama di ProPak Asia Bangkok 2026
Kepala Dinas P3AKB Sumatera Utara, Dwi Endah Purwanti, SS., M.Si, menilai pemberdayaan perempuan melalui sektor ekonomi memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan keluarga.
Menurutnya, perempuan pelaku UMKM tidak hanya menjadi penggerak ekonomi keluarga, tetapi juga memiliki potensi untuk berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.
Karena itu, UMKM perempuan perlu mendapatkan ruang dan dukungan yang lebih luas.
Dukungan tersebut tidak cukup berupa pelatihan, tetapi juga perlu dibarengi dengan akses pemasaran, pembiayaan, jejaring usaha, teknologi serta pengetahuan mengenai standar produk.
Dinas P3AKB Sumut pun menyambut baik kolaborasi dengan PTPN IV Regional 1 dan ASBF Sumut dalam pelaksanaan Bimtek Ekspor UMKM 2026.
Dalam kegiatan tersebut, ASBF Sumatera Utara juga menjalin kerja sama dengan Dinas P3AKB Sumut melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Kerja sama tersebut diharapkan memperluas kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pendampingan, pengetahuan, akses pasar dan jaringan bisnis.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi penting karena pengembangan UMKM membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Pemerintah dapat memberikan dukungan kebijakan dan fasilitasi, dunia usaha membuka peluang kemitraan, sementara organisasi UMKM memperkuat pendampingan dan jejaring pelaku usaha.
Selain Bimtek, kegiatan juga dirangkai dengan Bazar UMKM.
Bazar menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat sekaligus membangun peluang kerja sama dengan calon konsumen maupun mitra bisnis.
Kehadiran bazar juga memperlihatkan beragam potensi produk lokal yang dapat terus dikembangkan dan diperluas pemasarannya.
Bagi pelaku UMKM, ruang promosi seperti ini penting untuk memperkuat merek, mendapatkan respons konsumen dan membangun jaringan pemasaran.
Di tengah kegiatan pemberdayaan UMKM, Perum Bulog turut menghadirkan operasi pasar murah.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap masyarakat dengan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Pasar murah juga menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan membantu menekan laju inflasi, khususnya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menyentuh aspek pengembangan usaha, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI memberikan makna tersendiri.
Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
UMKM yang semakin kuat akan membuka peluang ekonomi baru. Perempuan yang semakin berdaya secara ekonomi juga akan memperkuat ketahanan keluarga.
Sementara operasi pasar murah membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi model pemberdayaan yang memberikan manfaat dari hulu hingga hilir.
Melalui Bimtek Ekspor UMKM 2026, ASBF Sumatera Utara, PTPN IV Regional 1 dan Dinas P3AKB Sumut mendorong perubahan pola pikir pelaku usaha.
UMKM tidak lagi hanya diarahkan untuk bertahan dan meningkatkan omzet di pasar lokal, tetapi mulai mempersiapkan diri menghadapi persaingan global.
Dengan produk berkualitas, legalitas lengkap, kemasan yang memenuhi standar, pemahaman regulasi dan strategi pemasaran yang tepat, produk UMKM Sumatera Utara diharapkan mampu bersaing di pasar internasional.
BACA JUGA: Rakernas ASBF Indonesia 2026 di Bali Perkuat Kolaborasi UKM Asia, Usung Tema Human + Tech
Bagi pelaku UMKM Sumatera Utara, pasar global bukan lagi sekadar impian. Dengan kolaborasi, pengetahuan dan kesiapan yang tepat, produk lokal Sumut berpeluang menjadi produk yang dikenal dunia.
Sebanyak 28 stand UMKM meramaikan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekspor UMKM dan Bazar UMKM 2026 bertema “Peluang Menuju Pasar Global”, di Aula Gedung Dinas Pemberdayaan Perempuan Sumatera Utara.
Ketua ASBF Sumatera Utara, Hj. Henny Pratiwi, SP., MM, mengatakan 28 stand tersebut terdiri dari 11 UMKM binaan PTPN IV Regional 1, 11 binaan Dinas P3AKB Sumut dan 6 binaan ASBF Sumut.peserta bimtek juga binaan ptpn IV regional 1 sebanyak 40 orang binaan dinas sebanyak 40 orang dan binaan ASBF juga 40 orang
Bazar menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran menuju pasar yang lebih luas.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra dan sponsor, di antaranya PT Pegadaian, JNE, JP86, Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, Universitas Potensi Utama dan Keloria. (KSC)







