Warna: Grup Vokal Legendaris Indonesia yang Terus Bersinar Sejak 1994

Warna: Grup Vokal Legendaris Indonesia yang Terus Bersinar Sejak 1994
Warna

KLIKSUMUT.COM – Di tengah derasnya arus musik modern, Warna, grup vokal asal Indonesia yang berdiri sejak tahun 1994, tetap menjadi salah satu ikon musik tanah air. Grup ini dikenal karena harmonisasi vokalnya yang khas dan kemampuan mereka memadukan pop dengan sentuhan jazz, R&B, hingga soul.

Warna dibentuk atas prakarsa Tamam Husein, ayah dari Nina Tamam, yang ingin mewujudkan impian putrinya memiliki grup vokal profesional. Bersama beberapa talenta muda berbakat seperti Dea Mirella, Sarwana Thamrin, Joy Tobing, dan Yunasz, mereka awalnya tampil dengan nama Second G.

Bacaan Lainnya

Namun setelah Joy dan Yunasz keluar, formasi berubah. Tamam lalu menggandeng Steven Kurniawan Tamadji, pianis berbakat yang juga berperan penting dalam aransemen vokal Warna. Menjelang kompetisi menyanyi di Filipina, Nina mengusulkan nama baru yang kini melegenda — Warna.

Sebelum dikenal luas di industri musik Indonesia, Warna sudah menorehkan prestasi internasional. Lagu “Haruskah” ciptaan Steven Kurniawan berhasil meraih Grand Prize di ajang The Third Philippines International Songwriting Competition pada November 1997.

BACA JUGA: KLa Project: Perjalanan Legendaris Band Pop Indonesia yang Tak Lekang oleh Waktu

Prestasi ini membuka pintu bagi mereka untuk menandatangani kontrak dengan Sony Music Indonesia dan merilis album debut berjudul “Dalam Hati Saja” pada Agustus 1998. Album ini sukses di pasaran dan mengukuhkan Warna sebagai grup vokal papan atas.

Dua tahun kemudian, Warna meluncurkan album kedua bertajuk “Cinta” yang semakin memperkuat eksistensi mereka di dunia musik. Di album ini, Warna bekerja sama dengan nama-nama besar seperti Melly Goeslaw dan komposer Malaysia Azlan Abu Hasan/Johan Nawawi dengan lagu legendaris “Sinaran.”

Seiring waktu, beberapa personel memutuskan untuk mundur. Dea Mirella mengundurkan diri pada 2003 setelah menikah, disusul Nina Tamam dua tahun kemudian untuk bersolo karier.

Tak ingin berhenti berkarya, Warna merekrut dua anggota baru — Ira Pangesti Haryono (Ira) dan Adsary Zinnia Rugebregt (Ari) — melalui proses audisi ketat selama empat bulan. Keduanya merupakan penyanyi berpengalaman di kafe dan lounge.

Formasi baru ini melahirkan semangat baru dengan citra “Fresh, Friendly & Hip” melalui album “Warna With Friends” (2006). Lagu “Kisah Terindah” ciptaan Yovie Widianto menjadi hits yang membawa warna baru dalam perjalanan musik mereka.

BACA JUGA: Letto, Band Asal Yogyakarta yang Tak Lekang oleh Waktu: Dari “Ruang Rindu” hingga “Cinta, Bersabarlah…”

Beberapa tahun setelah itu, Warna melakukan proyek reuni yang mempertemukan kembali personel lama seperti Dea Mirella dan Nina Tamam. Proyek ini menghasilkan video klip spesial yang diproduseri oleh Marcos Tjung, membuktikan bahwa kebersamaan dan semangat bermusik mereka tak lekang oleh waktu.

Lebih dari dua dekade berkarya, Warna tetap menjadi inspirasi bagi banyak musisi dan pecinta musik Indonesia. Dengan harmoni vokal yang kuat, dedikasi tinggi, dan konsistensi dalam menjaga kualitas, Warna membuktikan bahwa musik berkualitas akan selalu menemukan pendengarnya, lintas generasi. (KSC)

Pos terkait