Wakil Ketua Komisi XIII DPR Desak Usut Dugaan Petugas Lapas Terlibat Kasus Narkoba Ammar Zoni

Wakil Ketua Komisi XIII DPR Desak Usut Dugaan Petugas Lapas Terlibat Kasus Narkoba Ammar Zoni

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pereira, mendesak adanya penyelidikan serius terhadap dugaan keterlibatan oknum petugas Lapas Salemba dalam kasus peredaran narkoba yang menyeret nama artis Ammar Zoni. Andreas menegaskan, jika terbukti terlibat, aparat harus bertindak tegas hingga ke pemecatan.

“Kasus peredaran narkoba di lapas oleh Ammar Zoni, bukan tidak mungkin terjadi karena adanya kerja sama dengan pihak keamanan di lapas,” kata Andreas saat dihubungi wartawan, Sabtu (11/10/2025).

Andreas mengungkapkan, berbagai persoalan serius seperti peredaran narkoba, bentrokan antar napi, hingga kaburnya tahanan dari dalam lembaga pemasyarakatan sudah menjadi fenomena berulang. Ia menduga kuat, maraknya peredaran narkotika di balik jeruji besi tidak lepas dari peran serta oknum petugas lapas.

“Oleh karena itu, kasus-kasus semacam ini perlu diselidiki serius antara Ammar Zoni dan petugas keamanan lapas. Bila terbukti, harus dijatuhi tindakan tegas, bahkan kalau perlu dipecat,” tegasnya.

BACA JUGA: Cabuli Pacar hingga Hamil di Kamar Kos, Remaja Pria di Batam Ditangkap Polsek Batu Ampar

Bacaan Lainnya

Ia juga menekankan pentingnya efek jera bagi petugas yang terbukti menyalahgunakan wewenang, demi mencegah kasus serupa terjadi kembali.

Sebelumnya, publik dikejutkan dengan tertangkapnya artis Ammar Zoni atas dugaan kepemilikan narkoba saat berada di Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Salemba. Dalam razia rutin yang digelar petugas, Ammar kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu dan ganja.

“Yang jelas itu berupa sabu dan ganja. Untuk sabunya ini total bruto 17,91 gram. Kemudian untuk ganjanya 24,84 gram,” ungkap Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Pengky Sukmawan, dalam konferensi pers pada Jumat (10/10/2025).

BACA JUGA: Ammar Zoni Kembali Terseret Kasus Narkoba, Diduga Koordinasi dari Rutan via Aplikasi Zangi

Kasus ini kembali memunculkan dugaan bahwa ada jaringan distribusi narkoba yang melibatkan napi dan oknum petugas di dalam lapas. Andreas Hugo menilai, tanpa dukungan dari dalam, sulit rasanya narkoba bisa masuk dan beredar di dalam penjara yang notabene memiliki pengawasan ketat.

“Ini penting untuk ditindak serius. Kita ingin penjara jadi tempat pembinaan, bukan tempat transaksi narkoba,” tutup Andreas. (KSC)

Pos terkait