KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Aksi penyanderaan terhadap seorang pegawai toko handphone di Kota Medan viral di media sosial. Peristiwa menegangkan itu terjadi di sebuah toko ponsel di Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di depan Kampus UISU Medan, pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Dalam video yang beredar luas, terlihat seorang perempuan mengenakan pakaian merah muda menyandera pegawai toko yang mengenakan baju hitam. Pelaku membekap korban dari belakang sambil menempelkan sebilah parang ke leher korban, memicu kepanikan warga sekitar.
Beruntung, aksi tersebut tidak berlangsung lama. Sekuriti dan pegawai lainnya dengan sigap bertindak, berhasil melumpuhkan pelaku hingga akhirnya diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian.
Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaku bernama Adinda Putri (28), warga Kecamatan Medan Marelan, datang ke toko untuk menemui korban bernama Adel.
“Awalnya pelaku datang dan berbicara dengan korban. Tidak lama kemudian terjadi keributan di depan toko. Pelaku lalu mengeluarkan parang dari dalam tas dan mengancam korban,” ujar Iptu Poltak, Sabtu (18/4/2026).
BACA JUGA: Penggerebekan Dini Hari di Kabanjahe: Polisi Bongkar Jaringan Ganja, Temukan 75 Batang Siap Panen
Menurutnya, pelaku juga sempat berteriak menuduh pihak toko sebagai penipu dan meminta agar uangnya dikembalikan.
“Pelaku berkata, ‘penipu kalian semua, kembalikan uang aku,’ sambil mengancam menggunakan parang,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui aksi nekat tersebut dipicu rasa kesal pelaku yang mengaku menjadi korban penipuan. Ia sebelumnya tertarik dengan promo penjualan iPhone 13 seharga Rp2 juta yang diduga dilihat dari akun TikTok toko tersebut.
Pelaku kemudian mentransfer uang sebesar Rp2 juta. Namun, ia kembali diminta untuk mentransfer sejumlah uang tambahan hingga total kerugian yang dialaminya mencapai Rp10 juta.
“Pelaku terus dimintai uang tambahan hingga total kerugiannya sekitar Rp10 juta, tetapi handphone yang dijanjikan tidak pernah dikirim,” jelas Poltak.
BACA JUGA: Geng Motor Brutal di Medan Helvetia, Tukang Bakso Dibacok hingga Dirawat di RS
Merasa tertipu dan tidak mendapatkan kejelasan, pelaku akhirnya mendatangi toko untuk meminta pengembalian uangnya. Namun, emosi yang tak terkendali membuatnya nekat melakukan pengancaman dengan senjata tajam.
“Karena kesal, pelaku datang ke toko untuk meminta uangnya kembali dan melakukan pengancaman,” tutupnya.
Saat ini, pelaku telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami dugaan penipuan yang menjadi latar belakang kejadian tersebut. (KSC)
REPORTER: Bayu








