REPORTER: Herman Harahap
EDITOR: Ahmad Zulfikar Sagala
KLIKSUMUT.COM | KARO – Guna memberikan edukasi keselamatan berlalu-lintas bagi masyarakat, Satlantas Polres Tanah Karo menggelar Program Sosialisasi Operasi Keselamatan Toba 2024.
Program Sosialisasi Oprasi Keselamatan Toba 2024 ini memanfaatkan saluran media elektronik, Radio Ersena FM Streo yang dipancarluaskan dari kawasan Jl. Pahlawan, Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara, Kamis (14/3/2024).
Hadir sebagai narasumber KBO Satlantas Polres Karo Iptu Taruli Silalahi SH, didampingi Kanit Laka Iptu Tina Nainggolan dan Kanit Kamsel Ipda Feri Sigalingging SH.
Dalam kesempatan itu, KBO Satlantas Polres Karo Iptu Taruli Silalahi SH mengajak seluruh masyarakat Karo untuk tertib berlalu-lintas agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan, mengingat akan terjadi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2024.
BACA JUGA: Antisipasi Balap Liar, Polres Karo Amankan Dua Remaja
“Oprasi Keselamatan Toba 2024 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung tanggal 13 sampai 26 Maret 2024,” sebut Silalahi.
Untuk itu, masyarakat pengguna jalan, baik kendaraan angkutan umum ataupun pribadi, diharapkan dapat memahami sejumlah titik lokasi rawan kemacetan dan rawan kecelakaan serta sanksi yang akan diterima jika melanggar aturan berlalu-lintas.
Ada 10 jenis pelanggaran lalu-lintas yang harus dihindari, yaitu; tidak gunakan helm SNI, melawan arus, gunakan HP saat berkendara, mengemudikan kendaraan bermotor dalam pengaruh alkohol, pengemudi di bawah umur, boncengan lebih dari 1 orang, knalpot tidak sesuai standard, menerobos traffic light, melanggalar marka dan rambu, serta berlebih muatan (overload).
BACA JUGA: Polres Karo Tangkap Pengedar Sabu di Pekuburan Umum
“Selain 10 jenis pelanggaran itu, tentu pengendara harus melengkapi surat kendaraan, baik SIM dan STNK. Kemudian tetap gunakan alat dukung berkendara sesuai SNI seperti helm SNI, knalpot SNI dan sabuk pengaman,” pesan Silalahi.
Secara terpisah, Kapolres Karo AKBP Wahyudi Rahman, SH, SIK, MM, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi peraturan berlalu-lintas.
“Kita berharap, tidak hanya saat Oprasi Keselamatan Toba 2024 berlangsung, seterusnya masyarakat dapat selalu mentaati aturan berlalu-lintas dan senantiasa mengutamakan keselamatan di jalan raya, sehingga laka-lantas dapat kita tekan atau kita minimalisir sehingga Keamanan, Keselamatan dan Ketertiban Lancar Berlalu-Lintas atau Kamseltibcarlantas dapat terwujud,” harap Wahyudi.
BACA JUGA: Sudah Mengadu 9 Bulan Lamanya, Polres Binjai Tak Kunjung Proses Kasus Penganiayaan Lilis Suriani
Wahyudi juga mengatakan, Operasi Keselamatan Toba 2024 juga bertujuan untuk mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata sebelum, pada saat dan pasca operasi, yang berpotensi menyebabkan kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu-lintas, khususnya pada bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1445 Hijriyah.
“Bersama kita wujudkan Sitkamtibmas baik itu lalu-lintas dan bahkan kamtibmas di wilayah masing masing, mengingat saat ini sudah memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” tutup Wahyudi. (KSC)








