KLIKSUMUT.COM | LABUHANBATU – Diterpa inflasi 5,10 persen per Agustus 2026, Pemkab Labuhanbatu melakukan analisis dan langkah upaya mengantisipasi rentetan dampak dan risiko yang potensial muncul. Diantaranya, menggelar rapat kordinasi (Rakor) dan diskusi grup.
“Dilakukan analisis dengan Rakor dan forum grup diskusi (FGD), pengendalian inflasi, Senin 7 September 2026,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, Jumat (11/9/2026).
Dari rakor itu, lanjut Abdi dilaporkan hal-hal pemicu inflasi dan langkah solusinya. Diantaranya, komoditas yang perlu menjadi perhatian adalah ketersediaan Daging Ayam Ras. Sebab, masih tingginya permintaan yang belum diimbangi dengan penambahan pasokan tingkat produsen, terutama utk pemenuhan kebutuhan program makan bergizi gratis (MBG).
BACA JUGA: Agustus, Labuhanbatu Dipukul Inflasi 5,10 Persen
Juga, ketersediaan cabai rawit. Dimana, keterbatasannya produksi dari sentra Sumut. Seperti Kabupaten Dairi, Karo, dan Kabupaten Simalungun di tengah tingginya permintaan.
Maka tindak lanjut yang segera telah dilakukan dengan merekomendasikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan diversifikasi menu MBG. Dengan memilih menu alternatif pengganti daging ayam.
Tujuannya, agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu. Hal ini telah ditindaklanjuti melalui surat Sekda kepada Korwil BGN Labuhanbatu dan Kepala SPPG se-Labuhanbatu tertanggal 9 Sept 2026.
“Kepada setiap SPPG diminta melakukan diversifikasi menu dan mengupayakan kerjasama dengan produsen/supplier khusus untuk kebutuhan MBG,” ungkap Sekda Abdi.
Kemudian, respon cepat lainnya yang telah dilakukan Korwil BGN Labuhanbatu dengan menyurati seluruh SPPG untuk mengurangi jadwal menu daging ayam ras yang semula dua kali seminggu menjadi seminggu sekali dimulai tanggal 14 September 2026.
“Selanjutnya Pemkab Labuhanbatu akan terus memantau perkembangan harga daging ayam ras setelah pelaksaan kebijakan diversifikasi menu tersebut,” bebernya.
Pemkab Labuhanbatu melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengupayakan kerjasama khusus antara produsen daging ayam ras dengan SPPG untuk memenuhi kebutuhan MBG. Sehingga tidak mengganggu pasokan di pasar.
Hal ini sedang ditindaklanjuti Bagian Perekonomian melalui komunikasi dengan Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Asahan untuk menjajaki pemasok daging ayam ras dari Asahan khusus kebutuhan MBG.
BACA JUGA: Karhutla Dekat Permukiman, Polres Labuhanbatu Gerak Cepat Kerahkan Water Canon
Selain itu langkah lainnya dilakukan Pemkab Labuhanbatu adalah gerakan pangan murah (GPM) atau pasar murah dengan melibatkan Kios OLIF. “GMP tetap harus dilaksanakan Disdagperin. Terutama pada hari Senin dan Selasa. BI akan tetap support kegiatan tersebut,” jelas Abdi.
Berdasarkan infografik BPS Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Labuhanbatu mengalami inflasi tertinggi se Sumut selama bulan Agustus 2026. Angka inflasi tercetak 5,10%, dengan IHK 119,65 yang sangat berpengaruh bagi warga setempat. Karena menunjukkan bahwa tekanan biaya hidup masyarakat Labuhanbatu relatif tinggi. (KSC)
Reporter: Fajar Dame Harahap








