Pencalonan RI Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036 Berpotensi Timbulkan Dampak Negatif

Pencalonan RI Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036 Berpotensi Timbulkan Dampak Negatif
Cincin Olimpiade selama upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin 2022, 20 Februari 2022, di Beijing. (Foto: P)

Untuk menghindari infrastruktur yang mangkrak usai pesta olahraga multievent. Dede menilai harus ada konsep sustainable dalam membangun sebuah infrastruktur olahraga, misalnya yang bisa dimanfaatkan oleh masyakarat umum.

“Sehingga tidak menjadi barang-barang yang hanya menyisakan biaya perawatan mahal. Ketika pemerintah mengeluarkan anggaran untuk sebuah multi-event, maka kemudian pemanfaatan itu harus diberikan kepada masyarakat,” ucapnya kepada VOA.

Dede pun tak setuju apabila Indonesia yang menyatakan siap untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2036 terkesan memaksakan diri. Pasalnya, kesempatan menjadi tuan rumah Olimpiade akan menempatkan posisi Indonesia di mata internasional.

BACA JUGA: Olimpiade Bulu Tangkis, Anthony Ginting Melaju ke Semifinal

“Karena itu juga dilakukan oleh negara lain. Mereka juga berlomba-lomba untuk bidding. Poinnya apa? Menempatkan negara kita pada posisi-posisi internasional. Mata dunia akan tertuju pada negara tersebut. Dalam proses bidding kita akan melakukan lobi-lobi dan mempresentasikan sebenarnya apa yang dilakukan dan momentum mempromosikan Indonesia,” ucapnya.

Bukan hanya itu, pemerintah diminta untuk mempersiapkan segala hal untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2036 mulai dari infrastruktur dan perbaikan sumber daya manusia menuju pesta olahraga multievent bertaraf terbesar di dunia tersebut.

“Untuk menuju ke sana kita juga harus mendorong agar pemerintah juga mempersiapkan masyarakatnya misalnya sport lifestyle. Dengan demikian, warga kita menjadi masyarakat yang berolahraga dan lebih sehat. Sumber daya manusia untuk persiapan menuju Olimpiade juga sangat penting,” tandas Dede. (VOA)

Bacaan Lainnya

Pos terkait