Buru Tiket Porwanas 2027, Farianda Putra Sinik Minta Turnamen Catur PWI Sumut Berlangsung Tanpa “Permainan”

Buru Tiket Porwanas 2027, Farianda Putra Sinik Minta Turnamen Catur PWI Sumut Berlangsung Tanpa “Permainan”
PWI Sumut

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Papan catur bakal menjadi salah satu panggung penting bagi wartawan Sumatera Utara untuk membuktikan kemampuan terbaiknya.

Melalui Turnamen Catur SIWO PWI Sumut–STOK Bina Guna, para wartawan tidak hanya bertarung memperebutkan gelar juara, tetapi juga membawa misi lebih besar: menjadi bagian dari tim catur Sumatera Utara yang dipersiapkan menghadapi Porwanas 2027.

Karena itu, Ketua PWI Sumatera Utara H. Farianda Putra Sinik, S.E meminta seluruh rangkaian pertandingan digelar secara profesional, transparan dan menjunjung tinggi fair play.

Pesan tegas itu disampaikan Farianda saat menerima audiensi Panitia Turnamen Catur SIWO PWI Sumut–STOK Bina Guna di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2026).

Farianda hadir didampingi Sekretaris PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean dan Ketua SIWO PWI Sumut Johny Ramadhan Silalahi.

Bacaan Lainnya

Sementara panitia dipimpin Ketua Pujianto, didampingi Sekretaris Haris Dasrilz, Bendahara Juraidi dan Bidang Pertandingan Deking Sembiring.

Bagi Farianda, kualitas sebuah turnamen bukan hanya dilihat dari kemeriahan pembukaan atau banyaknya peserta.

Hal terpenting justru bagaimana pertandingan berlangsung dan bagaimana seorang juara ditentukan.

Ia meminta panitia tidak memberi ruang terhadap keputusan yang dapat mencederai rasa keadilan peserta.

“Turnamen catur ini harus dilakukan secara profesional dengan mengedepankan peraturan pertandingan, kejujuran dan sportivitas,” kata Farianda.

Ia menegaskan PWI Sumut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan turnamen tersebut.

Namun dukungan itu sekaligus disertai pesan agar seluruh peserta diperlakukan secara adil.

“PWI Sumut sangat mendukung turnamen ini. Kita ingin pertandingan berlangsung secara fair dan profesional. Semua peserta harus tunduk dan menghormati peraturan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Menurut Farianda, panitia memiliki tanggung jawab besar menjaga marwah pertandingan.

Tidak boleh ada peserta yang merasa diperlakukan berbeda. Setiap keputusan harus memiliki dasar aturan yang jelas.

BACA JUGA: Yamaha Dukung Turnamen Catur SIWO PWI Sumut–STOK Binaguna 2026, Siapkan Promo Menarik untuk Peserta dan Pengunjung

“Jangan sampai ada yang merasa dirugikan. Kita ingin para peserta bertanding dengan kemampuan masing-masing. Yang menjadi juara nantinya benar-benar mereka yang terbaik dari yang terbaik,” tegasnya.

Turnamen Catur SIWO PWI Sumut–STOK Bina Guna memiliki dua misi besar.

Kategori pelajar diarahkan sebagai wadah untuk mencari dan memperkenalkan bibit-bibit pecatur muda potensial. Mereka diberikan ruang untuk mengasah kemampuan sekaligus merasakan atmosfer kompetisi yang sehat.

Sedangkan kategori wartawan memiliki target yang lebih spesifik.

Pertandingan menjadi bagian dari proses seleksi untuk menemukan wartawan pecatur terbaik Sumatera Utara yang nantinya dipersiapkan menghadapi Porwanas 2027.

Dengan demikian, setiap langkah di atas papan catur menjadi bagian dari proses menuju ajang olahraga wartawan tingkat nasional.

Farianda mengingatkan bahwa kemenangan yang diperoleh melalui pertandingan yang fair akan memiliki nilai lebih tinggi.

Ia tidak ingin gelar juara hanya menjadi catatan di atas kertas. Juara harus lahir dari kemampuan, konsistensi dan mental bertanding.

“Juara bukan hanya soal mendapatkan piala atau medali. Juara harus lahir dari proses pertandingan yang benar, mengikuti aturan dan menjunjung tinggi sportivitas. Karena itu, kita ingin yang terbaiklah yang keluar sebagai pemenang,” katanya.

Semangat tersebut sekaligus diharapkan menjadi karakter utama turnamen.

Dengan pertandingan yang transparan, para peserta akan memiliki kepercayaan bahwa peluang untuk menjadi juara benar-benar terbuka bagi siapa saja.

Farianda juga berharap Turnamen Catur SIWO PWI Sumut–STOK Bina Guna tidak berhenti sebagai agenda sesaat.

Menurutnya, turnamen harus dapat menjadi bagian dari pembinaan olahraga catur yang dilakukan secara berkelanjutan.

Sinergi antara PWI Sumut dan STOK Bina Guna diharapkan semakin kuat sehingga mampu menciptakan ruang kompetisi sekaligus pembinaan bagi pecatur muda dan wartawan.

Bagi kategori wartawan, proses tersebut menjadi modal penting untuk membangun tim yang lebih solid sebelum menghadapi Porwanas 2027.

BACA JUGA: Rahmat Shah Dukung Turnamen Catur SIWO PWI–STOK Bina Guna 2026, Panitia: Tokoh yang Peduli Olahraga Sumut

Sementara bagi pelajar, pengalaman bertanding di turnamen ini diharapkan menjadi langkah awal menuju prestasi yang lebih tinggi.

Pada akhirnya, turnamen tersebut bukan sekadar tentang siapa yang mampu melakukan checkmate lebih dulu.

Ada misi yang jauh lebih besar di balik 64 petak papan catur: menemukan talenta terbaik, membangun sportivitas dan mempersiapkan wakil Sumatera Utara yang mampu bersaing di Porwanas 2027. (KSC)

Pos terkait