Isak Tangis Pecah Sambut Jenazah Lina Aprelina, Korban Diduga Pembunuhan Sadis di Pajak Buah Berastagi

Isak Tangis Pecah Sambut Jenazah Lina Aprelina, Korban Diduga Pembunuhan Sadis di Pajak Buah Berastagi
Jenazah korban Alm LAS (48) dimakamkan di kuburan Islam Tingkat Lima, Kelurahan Tambak Lau Mulgap I, Kecamatan Berastagi, Selasa (26/8/2025). (kliksumut.com/ist)

REPORTER: Herman Harahap

KLIKSUMUT.COM | KARO – Suasana duka mendalam menyelimuti Gang Flamboyan, Desa Jaranguda, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Senin (25/8/2025). Isak tangis keluarga dan warga pecah menyambut kedatangan jenazah Lina Aprelina Br Simanjuntak (48), yang ditemukan tewas secara tragis dengan tubuh berlumuran darah di dalam kios miliknya di kawasan Pajak Buah, Kelurahan Gundaling I, Kecamatan Berastagi, Minggu malam (24/08) sekitar pukul 23.20 WIB.

Jenazah korban yang akrab disapa Ibu Lina itu langsung diterima dengan tangis haru oleh keluarga dan warga sekitar setibanya di rumah duka sekitar pukul 16.00 WIB. Suasana haru tak terbendung saat peti jenazah dibuka. Sanak saudara dan warga yang mengenal sosok almarhumah tak kuasa menahan air mata.

Almarhumah yang dikenal ramah, ulet, dan tidak pernah memiliki musuh itu diduga menjadi korban pembunuhan. Penemuan tubuhnya yang bersimbah darah di kios tempatnya sehari-hari berjualan, menggemparkan warga Berastagi dan sekitarnya.

Prosesi fardhu kifayah dan doa tahlil digelar pada Selasa pagi (26/8/2025), dan jenazah dimakamkan di pemakaman Muslim Tingkat Lima, Kelurahan Tambak Lau Mulgap I, Berastagi.

Bacaan Lainnya

Lina Aprelina Br Sembiring semasa hidup dikenal sebagai pribadi yang hangat, mudah bergaul, dan disegani oleh rekan sesama pedagang. “Tidak pernah ada masalah dengan siapa pun, beliau orangnya baik, ramah, bahkan suka membantu kalau ada warga yang kesusahan,” ungkap seorang warga yang ikut melayat.

Almarhumah meninggalkan dua orang anak satu sudah bekerja dan satu lagi masih duduk di bangku kuliah. Kehilangan sang ibu tercinta secara mendadak dan dalam kondisi tragis tentu menjadi luka mendalam bagi keluarga.

“Tak pernah menyangka, Mama pergi dengan cara seperti ini. Kami mohon keadilan ditegakkan,” ujar anak korban dengan mata sembab saat ditemui wartawan.

Masyarakat berharap pihak kepolisian segera mengungkap pelaku dan motif di balik kematian Lina Aprelina. Dugaan pembunuhan ini memicu keresahan warga sekitar, apalagi lokasi kejadian berada di area publik yang cukup ramai.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Informasi terkait hasil autopsi dan perkembangan penyelidikan masih ditunggu publik. (KSC)

Pos terkait