KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Pola cuaca tak biasa tengah dirasakan masyarakat Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Pagi hingga siang terasa sangat panas, namun tiba-tiba berubah menjadi hujan deras pada sore hari. Fenomena ini dijelaskan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai bagian dari dinamika peralihan musim.
BMKG mencatat, pada periode 27–29 April 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat terjadi di berbagai daerah.
BACA JUGA: BMKG Aktif Ingatkan Cuaca Ekstrem, Pemerintah Jangan Lagi “Low Respons”
Beberapa wilayah dengan curah hujan tertinggi antara lain:-
– Sulawesi Selatan: 118,4 mm/hari
– Maluku: 99,0 mm/hari
– Bali: 90,3 mm/hari-
– Gorontalo: 81,2 mm/hari
– Papua: 76,8 mm/hari
– Papua Barat: 63,6 mm/hari
– Kalimantan Tengah: 57,7 mm/hari
– Jawa Barat: 57,2 mm/hari
– Bengkulu: 56,4 mm/hari
Di sisi lain, suhu udara maksimum juga terpantau tinggi di sejumlah wilayah seperti Sumatera Utara (36,8°C), Aceh (36,6°C), hingga Banten (36,2°C).
BMKG menjelaskan bahwa kondisi panas ekstrem pada pagi hingga siang hari dipicu oleh intensitas radiasi matahari yang tinggi serta mulai menguatnya monsun Australia.
Monsun ini ditandai dengan dominasi angin timuran yang membawa massa udara kering. Dampaknya, tutupan awan berkurang sehingga sinar matahari langsung memanaskan permukaan bumi secara maksimal.
“Akibatnya suhu udara meningkat signifikan pada siang hari,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Meski udara terasa panas, kondisi ini justru memicu pembentukan hujan di sore hari. Radiasi matahari yang kuat menyebabkan proses konveksi meningkat, sehingga terbentuk awan hujan.
Ciri hujan pada periode ini antara lain:
– Bersifat lokal (tidak merata)
– Intensitas sedang hingga lebat
– Durasi singkat
– Berpotensi disertai petir dan angin kencang
Fenomena ini merupakan tanda bahwa Indonesia sedang memasuki masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. Namun, hujan masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan.
Beberapa faktor atmosfer yang memengaruhi kondisi ini antara lain:
– Madden-Julian Oscillation (MJO) di fase 2
– Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial
– Sirkulasi siklonik di beberapa wilayah perairan Indonesia
Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan, terutama di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.
BACA JUGA: BMKG: Belokan Angin Picu Hujan di Sumut pada Desember 2025
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, terutama potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari.
Masyarakat juga disarankan menjaga kondisi tubuh akibat perbedaan suhu yang cukup ekstrem antara pagi dan siang hari. (KSC)





