KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Inflasi Indonesia pada April 2026 diperkirakan kembali mengalami kenaikan secara bulanan, dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi serta kenaikan sejumlah komoditas pangan strategis.
Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan data resmi Indeks Harga Konsumen (IHK) hari ini. Berdasarkan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 13 institusi, inflasi April diproyeksi mencapai 0,43% secara bulanan (month-to-month/mtm), dengan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) berada di kisaran 2,72%.
BACA JUGA: Gubernur Sumut Teken MoU Pengendalian Inflasi, Perkuat Sinergi Daerah Jaga Stabilitas Harga
Sementara itu, inflasi inti diperkirakan berada di level 2,40% yoy, menunjukkan tekanan harga yang relatif terkendali di luar komponen bergejolak.
BBM Non-Subsidi Jadi Pendorong Utama
Kenaikan inflasi bulan ini tidak lepas dari kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang berlaku sejak 18 April 2026.
Harga beberapa jenis BBM mengalami lonjakan signifikan:
– Pertamax Turbo naik 48,1% menjadi Rp19.400/liter
– Dexlite melonjak 66,2% menjadi Rp23.600/liter
– Pertamina Dex meningkat 64,8% menjadi Rp23.900/liter
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menyebutkan bahwa kenaikan harga energi ini memberikan tambahan sekitar 0,04 poin persentase terhadap inflasi bulanan.
Kepala Ekonom Bank Maybank Indonesia, Juniman, menjelaskan bahwa inflasi juga didorong oleh kenaikan harga sejumlah bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, daging sapi, ayam, hingga cabai merah.
Strategis Nasional (PIHPSN) menunjukkan:
– Harga beras naik menjadi Rp15.929/kg (+0,57%)
– Minyak goreng naik menjadi Rp22.229/kg (+2,07%)
Namun, beberapa komoditas mengalami penurunan harga seperti:
– Daging ayam turun 4% menjadi Rp40.511/kg
– Cabai rawit merah turun 2,5% menjadi Rp32.365/kg
Juniman juga menambahkan bahwa pelemahan rupiah turut mendorong inflasi impor, sementara penurunan harga emas dunia menyebabkan harga emas domestik ikut melemah.
Dampak Avtur dan Tiket Pesawat
Selain BBM darat, kenaikan harga avtur turut memberikan tekanan tambahan. Harga tiket pesawat tercatat naik 3,13% mtm, berlawanan dengan tren penurunan harga pasca-Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Inflasi Ramadan–Idulfitri 2026 Terkendali, Pemerintah Sukses Jaga Harga Pangan Tetap Stabil
Inflasi Tahunan Diperkirakan Melandai
Ekonom Bank Danamon, Hosianna Situmorang, memperkirakan inflasi tahunan akan cenderung melandai. Hal ini disebabkan oleh berakhirnya efek basis (base effect) dari program diskon tarif listrik pada tahun sebelumnya.
Sebagai perbandingan, pada Maret 2026 inflasi tercatat 0,41% mtm, dengan inflasi tahunan mencapai 3,48% yoy dan inflasi inti sebesar 2,63% yoy. (KSC)








