KLIKSUMUT.COM | MALANG – Pemerintah terus memastikan kesiapan sektor pariwisata menghadapi lonjakan wisatawan saat libur panjang. Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa melakukan peninjauan langsung ke sejumlah destinasi wisata strategis di Malang dan Batu, Rabu (11/3/2026), guna memastikan kesiapan daerah menghadapi momentum libur panjang Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri.
Peninjauan tersebut mencakup beberapa lokasi penting, antara lain Bandara Abdulrachman Saleh, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, hingga taman rekreasi keluarga Jatim Park 3.
“Kami hadir di Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Malang dan Kota Batu, untuk melihat secara langsung kesiapan daerah dan destinasi wisata dalam menghadapi momentum libur panjang Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026,” kata Ni Luh Puspa dikutip dari laman Kementerian Pariwisata, Kamis (12/3/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk memastikan kesiapan destinasi secara langsung di lapangan. Tujuannya agar wisatawan dapat menikmati pengalaman berwisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Dalam peninjauan tersebut, Wamenpar bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Malang dan Kota Batu mengecek berbagai aspek layanan publik di destinasi wisata. Mulai dari fasilitas kesehatan, sanitasi, hingga sistem keamanan bagi pengunjung.
Agenda peninjauan diawali di Bandara Abdulrachman Saleh, sesaat setelah Wamenpar tiba di Malang. Ia meninjau sejumlah fasilitas penting seperti layanan pemeriksaan kesehatan (health quarantine check), ruang menyusui, serta posko keamanan terpadu angkutan Lebaran 2026 di area kedatangan.
Selain itu, Wamenpar juga melihat langsung operasional kantor UPT bandara serta konter check-in di area keberangkatan.
“Kami melihat kesiapan Bandara Abdulrachman Saleh dalam menyambut wisatawan nusantara yang melakukan perjalanan mudik maupun wisatawan mancanegara yang datang melalui jalur udara,” ujar Ni Luh Puspa.
Ia turut mengapresiasi koordinasi yang baik antara pengelola bandara, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, serta berbagai instansi terkait.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Jawa Timur, terutama kawasan Gunung Bromo.
Menurut Wamenpar, pengelola kawasan telah mempersiapkan berbagai aspek operasional untuk menghadapi lonjakan wisatawan selama masa libur.
Beberapa persiapan yang dilakukan antara lain: pemeriksaan berkala jeep wisata oleh Dinas Perhubungan, penyediaan tenaga medis dan ambulans, informasi tiket masuk yang jelas hingga penambahan jumlah personel pengamanan.
“Kawasan Gunung Bromo pada masa liburan diprediksi akan dikunjungi sedikitnya lima ribu wisatawan. Karena itu, kelancaran aktivitas pariwisata di kawasan TNBTS membutuhkan dukungan seluruh pihak,” kata Ni Luh Puspa.
Kunjungan berikutnya dilakukan ke Jatim Park 3, salah satu taman rekreasi favorit keluarga di Kota Batu. Di lokasi ini, Wamenpar memastikan setiap wahana permainan telah memenuhi standar keselamatan.
Beberapa wahana yang ditinjau antara lain Dino Park, Museum Musik Dunia, serta The Legend Star Park.
Selain kondisi wahana, Wamenpar juga mengecek fasilitas pendukung keselamatan seperti: sistem pengamanan wahana, kesiapan petugas darurat, jalur evakuasi, alat pemadam kebakaran hingga klinik dan layanan pertolongan pertama.
“Kenyamanan serta keamanan pengunjung harus menjadi prioritas utama, apalagi taman rekreasi merupakan destinasi favorit keluarga saat libur panjang,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenpar menegaskan bahwa kesiapan destinasi wisata tidak hanya bergantung pada pengelola, tetapi juga membutuhkan koordinasi lintas instansi seperti pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
“Kami memastikan koordinasi berjalan baik untuk menjaga keamanan kawasan wisata sekaligus mengantisipasi berbagai kemungkinan selama masa libur panjang,” ujarnya.
Di akhir kunjungannya, Wamenpar mengimbau seluruh pelaku ekosistem pariwisata agar terus menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan selama libur Nyepi dan Lebaran.
Ia juga meminta wisatawan untuk memperhatikan informasi resmi dari pengelola destinasi maupun pemerintah daerah terkait kuota tiket, rekayasa lalu lintas, kondisi cuaca, serta aturan yang berlaku di destinasi wisata.
“Dengan memperhatikan informasi tersebut, wisatawan dapat menikmati pengalaman liburan yang aman, nyaman, dan berkesan saat berkunjung ke berbagai destinasi di Indonesia,” pungkas Ni Luh Puspa. (KSC)
TIM REDAKSI








