KLIKSUMUT.COM | MEDAN ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memastikan ketersediaan pangan dalam kondisi aman dan surplus menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR RI di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Medan, Jumat (30/1/2026).
Bobby menjelaskan, sejumlah komoditas pangan pokok seperti beras, mencatatkan produksi yang melebihi kebutuhan masyarakat. Demikian juga dengan ketersediaan cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng, juga tersedia dalam stok untuk kebutuhan masyarakat.
Kondisi tersebut menandakan kesiapan Sumut dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di momen keagamaan.
“Ini kalau dilihat surplus semua, dari jumlah kebutuhan dan produksi, surplus,” kata Bobby.
BACA JUGA: Stabilkan Harga dan Stok, Pemprov Sumut Kembangkan Sentra Cabai Merah di Karo dan Batu Bara
Cabai Merah Tak Lagi Picu Inflasi
Bobby mengungkapkan, pada Oktober 2025 cabai merah sempat menjadi pemicu inflasi di Sumut. Pemprov Sumut kemudian mengambil langkah cepat dengan mendatangkan pasokan cabai dari Jawa Timur untuk menekan gejolak harga. Upaya tersebut berhasil menjaga stabilitas hingga Sumut memasuki masa panen cabai merah.
Setelah produksi lokal kembali normal, cabai merah tidak lagi memicu inflasi. Pemprov Sumut pun terus memperkuat langkah antisipatif agar lonjakan harga tidak kembali terjadi menjelang Ramadan dan Idulfitri.
BACA JUGA: Stok Pangan Sumut Aman dan Surplus Jelang Ramadan dan Idulfitri
11 Aksi Cepat Kendalikan Inflasi
Dalam upaya pengendalian inflasi, Pemprov Sumut menjalankan 11 aksi cepat yang terintegrasi. Pemerintah membagikan komoditas penyumbang inflasi secara gratis, menerapkan bundling beras SPHP murah dengan cabai merah, serta mempercepat penyaluran bantuan pangan.
Selain itu, Pemprov Sumut menggelar pasar murah, melakukan intervensi tata niaga, mengintensifkan inspeksi mendadak pasar, dan memantau distribusi pangan.
Pemprov Sumut juga memperkuat kerja sama antardaerah, menugaskan BUMD untuk mengelola cabai dan bawang merah, mengantisipasi kebutuhan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta menetapkan toko pantau inflasi.
BACA JUGA: Bulog Sumut Pastikan Stok Pangan Melimpah Jelang Nataru 2025, Distribusi Jadi Tantangan
DPR Apresiasi Kinerja TPID Sumut
Bobby memaparkan rencana pembangunan tiga cold storage di daerah penghasil dan daerah konsumsi pada 2026. Selain itu, Pemprov Sumut akan membangun solar dryer dome di sejumlah wilayah untuk mendukung ketahanan pangan dan pengendalian harga.
Sementara Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Hanif Dhakiri menilai tingkat inflasi di Sumut tergolong cukup tinggi. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut dipicu faktor bencana dan cuaca, bukan akibat kebijakan atau kelangkaan permanen.
Hanif mengapresiasi kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut serta sinergi yang terjalin antara Pemprov Sumut dan Bank Indonesia.
“TPID Sumut kinerjanya cukup baik, sinergi Bank Indonesia dengan Pemprov berjalan, operasi pasar berjalan, monitoring harga berjalan dengan baik, ke depan kita dorong hal bersifat positif ini dipertahankan,” kata Hanif. (KSC)








