KLIKSUMUT.COM | MEDAN ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memastikan stok pangan daerah dalam kondisi aman dan surplus menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Pemprov Sumut juga menyiapkan langkah-langkah intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga, terutama komoditas hortikultura seperti cabai.
Stok Pangan Strategis Masih Melimpah
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut, Timur Tumanggor, menjelaskan bahwa hingga Januari 2026, stok beras di Sumut mencapai 501 ribu ton, sehingga berada dalam kondisi surplus.
BACA JUGA: Bupati Asahan Sidak Pasar Simpang Empat, Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Nataru 2026
Selain beras, sejumlah komoditas strategis lain juga mengalami surplus, antara lain cabai sebesar 134 ribu ton, jagung lebih dari 135 ribu ton, dan cabai rawit sekitar 65 ribu ton.
“Kondisi ini sangat cukup baik, apalagi menjelang bulan suci Ramadan dan hari raya. Stok pangan kita aman dan surplus,” ujar Timur Tumanggor dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jl. Diponegoro, No. 30, Medan, Rabu (21/1/2026).
Intervensi Pasar untuk Stabilitas Harga
Meski stok melimpah, Pemprov Sumut tetap menyiapkan intervensi pasar agar harga tetap terkendali. Timur mencontohkan saat panen cabai di Kabupaten Mandailing Natal, perbedaan harga dengan provinsi tetangga kerap memicu distribusi keluar daerah.
BACA JUGA: Pemkot Binjai Sidak Pasar, Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Nataru
“Inilah perlunya intervensi pemerintah, agar hasil panen, misalnya cabai dari Karo atau Mandailing Natal, tidak seluruhnya dijual ke provinsi lain karena harga lebih mahal. Tujuannya supaya harga di Sumatera Utara tetap terkendali dan stok terjaga,” tegas Timur.
Produksi Pertanian Tetap Tinggi
Timur juga menyampaikan bahwa produksi jagung terbesar saat ini berasal dari Kabupaten Karo, salah satu sentra utama pertanian di Sumut. Panen raya baru-baru ini berlangsung di lahan seluas sekitar 1.500 hektare. Dalam waktu dekat, panen serupa akan berlangsung di Serdang Bedagai, Asahan, serta kabupaten dan kota lainnya.
Kondisi pangan yang stabil terbukti saat perayaan Tahun Baru, di mana inflasi dan harga bahan pokok relatif terkendali dan tidak mengalami lonjakan signifikan. Untuk menjaga keberlanjutan produksi, Pemprov Sumut mendukung petani dengan penyediaan bibit unggul, pupuk, serta alat dan mesin pertanian (alsintan).
Selain itu, Timur menyampaikan apresiasi kepada Presiden, Menteri Dalam Negeri, dan Gubernur Sumatera Utara atas kepastian Transfer ke Daerah (TKD). Alokasi TKD Sumut yang sempat dikhawatirkan berkurang kini dipastikan kembali ke angka semula, sama seperti anggaran tahun 2025.
”Ini patut kita syukuri, karena sangat membantu percepatan rehabilitasi pascabencana di Sumatera Utara,” tutup Timur. (KSC)








