Kabut Asap dan Hujan Lebat Kepung Berastagi, Pedagang Los Jahe-Jahe Menjerit akibat Pembeli Sepi

Kabut Asap dan Hujan Lebat Kepung Berastagi, Pedagang Los Jahe-Jahe Menjerit akibat Pembeli Sepi
Kabut asap ditambah cuaca buruk yang melanda Kabupaten Karo,membuat pedagang kecil di Los jahe jahe menjerit. (kliksumut.com/Herman)

KLIKSUMUT.COM | KARO – Kepungan kabut asap dan hujan lebat yang melanda Kabupaten Karo dalam beberapa hari terakhir berdampak terhadap aktivitas perdagangan di Pusat Pasar Berastagi. Sejumlah pedagang, khususnya di Los Jahe-Jahe, mengeluhkan penurunan omzet akibat sepinya pembeli, Sabtu (17/10/2026).

Kondisi cuaca yang tidak bersahabat di Kota Berastagi, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, membuat aktivitas jual beli di pasar tradisional tersebut lesu. Situasi ini semakin dirasakan oleh pedagang kecil dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menggantungkan penghasilan harian dari penjualan di pasar.

Salah seorang pedagang di Los Jahe-Jahe, Siti Rahma Br Tarigan (57), mengatakan omzet dagangannya menurun drastis karena hampir tidak ada pembeli yang datang.

BACA JUGA: Diduga Jadi Sarang Narkoba, Polres Karo Gerebek Jalan Kolam Renang Berastagi, Tujuh Pria Diamankan

Menurutnya, selain kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Karo, hujan lebat yang mengguyur Berastagi sejak pukul 06.00 WIB hingga siang hari turut memengaruhi aktivitas masyarakat di pasar.

“Omzet penjualan kami jauh menurun. Hampir sama sekali tidak ada pembeli yang datang memasuki area Los Jahe-Jahe. Mungkin karena pengaruh kabut asap dan cuaca buruk. Berastagi sejak pukul 06.00 WIB hingga siang ini terus diguyur hujan lebat,” ungkap Siti Rahma kepada KLIKSUMUT.COM, Sabtu (17/10/2026).

Pedagang Los Jahe-Jahe Berastagi Terbebani Biaya Harian

Siti Rahma mengaku kondisi tersebut sangat memberatkan para pedagang, terutama mereka yang berjualan di bagian belakang Los Jahe-Jahe. Di tengah pendapatan yang menurun, para pedagang tetap harus memenuhi kewajiban membayar berbagai biaya operasional setiap hari.

“Pastinya, saat ini kami para pedagang, terlebih yang berada di dalam Los Jahe-Jahe, benar-benar menjerit karena sepinya pembeli. Bukan hanya karena dampak kabut asap, tetapi kondisi kami para pedagang yang berada di belakang Los Jahe-Jahe ini juga sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, kewajiban membayar retribusi sampah dan biaya lainnya semakin menambah beban pedagang ketika pendapatan tidak mencukupi.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang kecil yang mengandalkan perputaran uang setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menjaga keberlangsungan usaha mereka.

Harga Sayur-Mayur di Pasar Berastagi, Cabai Merah Rp70.000 per Kilogram

Di tengah sepinya aktivitas jual beli, pantauan KLIKSUMUT.COM di Pusat Pasar Berastagi menunjukkan harga sejumlah komoditas sayur-mayur masih bervariasi.

Harga cabai merah tercatat mencapai Rp70.000 per kilogram. Sementara itu, cabai caplak dijual Rp80.000 per kilogram dan cabai rawit Rp70.000 per kilogram.

Berikut daftar harga sayur-mayur di Pasar Los Jahe-Jahe Berastagi berdasarkan pantauan pada Sabtu (17/10/2026):

No. Nama Komoditas Harga
1 Cabai merah Rp70.000/kg
2 Cabai caplak Rp80.000/kg
3 Cabai rawit Rp70.000/kg
4 Tomat Rp14.000/kg
5 Kentang Rp9.000/kg
6 Kol Rp5.000/kg
7 Sayur putih Rp8.000/kg
8 Bawang merah Rp30.000/kg
9 Bawang putih Rp35.000/kg
10 Daun prei Rp25.000/kg
11 Daun sop Rp15.000/kg
12 Brokoli Rp18.000/kg
13 Kol bunga Rp20.000/kg
14 Pakcoy (sayur fak choi) Rp12.000/kg
15 Buncis Rp12.000/kg

Catatan: Harga merupakan hasil pantauan di lokasi dan dapat berubah sesuai kondisi pasar.

BACA JUGA: Dari Karo hingga Deli Serdang, PDI Perjuangan Sumut Lanjutkan Arahan Megawati Soekarnoputeri untuk Siswa Terdampak MBG

Para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik agar masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa dan pembeli kembali ramai mendatangi Pasar Berastagi.

Bagi pedagang kecil di Los Jahe-Jahe, meningkatnya jumlah pembeli menjadi harapan penting untuk memulihkan omzet sekaligus menutup biaya operasional harian di tengah kondisi ekonomi yang menantang. (KSC)

(Herman Harahap)

Pos terkait