Stabilkan Harga dan Stok, Pemprov Sumut Kembangkan Sentra Cabai Merah di Karo dan Batu Bara

Stabilkan Harga dan Stok, Pemprov Sumut Kembangkan Sentra Cabai Merah di Karo dan Batu Bara
Kepala Bappelitbang Sumut

KLIKSUMUT.COM | MEDAN –  Komoditas cabai merah kerap menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Seperti pada tahun 2025, stok cabai merah mengalami kelangkaan dan harga yang naik drastis di Sumut. Akibatnya masyarakat kewalahan mendapatkannya.

Pemprov Sumut pun harus mendatangkan 50 ton cabai merah dari Pulau Jawa. Tujuannya untuk menstabilkan harga dan stok.

Mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Sumut fokus mengembangkan sentra pertanaman cabai merah di Kabupaten Karo dan Batu Bara.

“Pak Gubernur Bobby Nasution melihat cabai merah ini sebagai komoditas penting yang harus tersedia dan murah di masyarakat,” ujar Kepala Bappelitbang Sumut, Dr Dikky Anugerah Panjaitan.

BACA JUGA: Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor Panen Raya Cabai Merah di Desa Silima Kuta, Petani Raup Untung Ratusan Juta

Hal tersebut disampaikannya dalam temu pers dengan tema ‘Capaian dan Akselerasi Program Prioritas, Proyek Strategis dan Kegiatan Unggulan’ di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Rabu (21/1/2026).

Karena itu, ujar Dikky, Pemprov Sumut melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut mulai fokus mengembangkan pertanaman cabai di Karo dan Batu Bara.

“Dan November kemarin sudah kita mulai lakukan pertanaman cabai merah di Batu Bara, langsung dipimpin Pak Gubernur Bobby Nasution. Dan ini berlanjut terus di tahun 2026 ini,” jelas Dikky.

Bacaan Lainnya

Fokus pertanaman cabai tersebut, lanjut Plt Kadis Ketapang Sumut, Timur Tumanggor, yang juga hadir pada temu pers tersebut, adalah termasuk soal pola tanamnya.

BACA JUGA: Gubernur Sumut Bobby Nasution Tinjau Pasar Murah di Deliserdang dan Binjai, Turunkan Harga Sejumlah Komoditas

“Sebab selama ini kan tidak teratur pola tanam cabai merah kita, umumnya ditanam bersamaan. Nah lewat pengembangan cabai merah ini, hal-hal seperti itu kita atur,” jelas Timur.

Selain itu, pola pemasarannya juga diatur. “Karena sebenarnya kan Sumut bukan kekurangan cabai merah. Kita sebenarnya cukup untuk itu. Hanya saja, terkadang petani lewat oknum-oknum penampung, langsung menjual ke provinsi tetangga, yang mungkin lebih menguntungkan,” tambahnya.

Ditambahkan Timur, matarantai cabai merah, mulai dari pertanaman hingga pemasaran, akan terus diintervensi Pemprov Sumut. Sehingga harga dan stok di lapangan dapat terkendali. (KSC)

Pos terkait