KLIKSUMUT.COM | ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan kembali memperkuat komitmen tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Hal tersebut tercermin dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) bulan Oktober 2026 yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, di Aula Melati, Kantor Bupati Asahan, Selasa (27/10/2026).
Rakorpem yang menjadi agenda rutin bulanan ini bukan sekadar forum koordinasi biasa. Di penghujung tahun anggaran ini, forum tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi percepatan penyerapan anggaran sekaligus memperkokoh fondasi integritas di lingkungan birokrasi Pemerintah Kabupaten Asahan.
Hadir dalam kegiatan strategis tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, para Asisten Setdakab Asahan, Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, para Camat se-Kabupaten Asahan, serta seluruh Kepala Puskesmas dari berbagai wilayah.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Rianto memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya membangun budaya kerja yang berlandaskan integritas dan tanggung jawab penuh. Ia mengingatkan seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) agar tidak menjadikan upaya mewujudkan Kabupaten Asahan sebagai daerah antikorupsi sekadar sebagai target administratif untuk meraih penghargaan semata.
“Komitmen antikorupsi harus tercermin dalam tindakan nyata, terutama melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, keterbukaan informasi, serta pengelolaan pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” tegas Rianto di hadapan para peserta rapat.
Terkait adanya proses penilaian dari tim observasi dan penilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Wakil Bupati berharap setiap perangkat daerah menunjukkan kesiapan yang matang. Kendati demikian, ia kembali mengingatkan bahwa esensi utamanya bukanlah pada predikat yang didapat, melainkan konsistensi dalam menerapkan prinsip-prinsip good governance secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan membangun birokrasi yang bersih mustahil tercapai tanpa adanya komitmen kolektif, mulai dari tingkat pimpinan tertinggi hingga jajaran staf pelaksana di lini terbawah. Profesionalisme dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi harga mati untuk menghindari segala bentuk penyimpangan.
Selain menyoroti aspek moral dan integritas birokrasi, arah angin Rakorpem kali ini juga difokuskan pada optimalisasi realisasi anggaran. Wakil Bupati Asahan mengingatkan agar tingginya angka penyerapan anggaran harus berbanding lurus dengan kualitas keluaran (output) serta dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat.
Seluruh perangkat daerah diinstruksikan untuk memperketat pengelolaan anggaran agar berjalan secara cermat, transparan, dan bertanggung jawab. Setiap rupiah yang dialokasikan dalam APBD harus dipastikan tepat sasaran dan berorientasi pada hasil (result-oriented).
“Kami meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi, meningkatkan kedisiplinan eksekusi program, serta rutin melakukan evaluasi berkala terhadap capaian kinerja. Ini penting agar pembangunan daerah benar-endah memberikan manfaat yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat Asahan,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan Rakorpem Oktober 2026 ini, sinergi antar-instansi di lingkup Pemkab Asahan diharapkan semakin solid. Evaluasi yang dilakukan secara terbuka menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi hambatan di lapangan, sehingga target-target pembangunan daerah pada triwulan akhir tahun ini dapat tercapai secara maksimal.
Pemerintah Kabupaten Asahan optimis, dengan memadukan prinsip integritas antikorupsi, efisiensi anggaran, dan pelayanan publik yang prima, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan terus meningkat demi terwujudnya Asahan yang maju, adil, dan sejahtera. (KSC)
Reporter: Dinda Meyla Sari








