Puluhan Siswa di Lampung Timur Keracunan Usai Konsumsi Roti Isi Sosis dari Program Makanan Bergizi Gratis

Puluhan Siswa di Lampung Timur Keracunan Usai Konsumsi Roti Isi Sosis dari Program Makanan Bergizi Gratis
Pelajar diduga keracunan MBG

KLIKSUMUT.COM | LAMPUNG TIMUR – Insiden keracunan massal menimpa puluhan siswa sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Lampung Timur, setelah menyantap roti isi sosis yang dibagikan melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Polisi menduga menu tersebut menjadi penyebab utama kasus keracunan yang kini viral di media sosial.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, mengungkapkan bahwa total siswa yang menjadi korban mencapai 35 orang, terdiri dari 28 siswa SD dan 7 siswa SMP.

“Siswa SD sebanyak 28 orang dan siswa SMP sebanyak 7 orang,” ujar Kombes Yuni saat dikonfirmasi pada Jumat malam, 26 September 2025.

Korban berasal dari lima sekolah yang tersebar di dua kecamatan:

BACA JUGA: Sebanyak 194 Pelajar di Garut Diduga Keracunan Makanan Program MBG, 19 Dirawat Intensif

Kecamatan Bumi Agung: SDN 2 Lehan, SDN 1 Lehan, SD Catur Swako dan SMP 1 PGRI. Kecamatan Sukadana: SDN 3 Sukadana

Peristiwa keracunan ini terjadi pada Jumat (26/9/2025) sekitar pukul 11.30 WIB, tak lama setelah para siswa mengonsumsi makanan dari program MBG yang disalurkan ke sekolah-sekolah tersebut.

Tak lama kemudian, para siswa mulai mengeluhkan gejala keracunan makanan, seperti: sakit perut, pusing, mual dan muntah

Bacaan Lainnya

Polisi menduga roti isi sosis yang dibagikan dalam program makanan bergizi itu menjadi penyebab utama keracunan. Saat ini, sampel makanan telah dikirim ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan uji laboratorium.

“Sampel sudah dikirim ke Dinas Kesehatan,” tambah Yuni.

BACA JUGA: Darurat Keracunan Massal di Cipongkor! Puluhan Warga Dilarikan ke RS, Pemprov Jabar Turun Tangan

Insiden ini menyita perhatian publik setelah sebuah video berdurasi 52 detik beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah siswa mengenakan seragam olahraga berwarna oranye sedang dirawat di fasilitas kesehatan, sebagian tampak lemas dan mendapat penanganan medis.

Warganet pun ramai mengomentari dan menyuarakan keprihatinan, sekaligus mempertanyakan keamanan dan kualitas makanan dalam program MBG yang seharusnya meningkatkan kesehatan siswa, bukan sebaliknya. (KSC)

Pos terkait