KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberi arahan tegas kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk merampingkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara signifikan. Dari sekitar 1.000 entitas BUMN saat ini, Prabowo meminta agar hanya tersisa 200 hingga 240 perusahaan yang benar-benar produktif dan dikelola dengan standar global.
“Dan mengelolanya dengan standar yang lebih tinggi,” ujar Prabowo saat berbicara dalam sesi dialog ‘A Meeting of Minds’ bersama Steve Forbes pada acara Forbes Global CEO Conference 2025 di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan, Rabu (15/10/2025) malam.
Fokus Prabowo: Efisiensi, Tata Kelola, dan SDM BUMN yang Kompetitif
Dalam pernyataannya, Prabowo menyoroti rendahnya tingkat pengembalian investasi (return on investment) BUMN, yang menurutnya masih berada pada kisaran 1–2 persen.
Ia menegaskan bahwa angka tersebut jauh dari ideal, dan perlu ditingkatkan agar sesuai dengan standar perusahaan global.
“Saya sudah ubah aturan agar ekspatriat atau non-WNI bisa memimpin BUMN. Saya sangat antusias dengan perubahan ini,” tegas Prabowo, merujuk pada langkah reformasi manajemen yang lebih terbuka dan profesional.
Konsolidasi BUMN Sesuai Arahan Konstitusi
CEO Danantara, Rosan Roeslani menjelaskan, saat ini terdapat 844 perusahaan BUMN, termasuk induk dan anak usaha, yang akan masuk ke dalam proses konsolidasi di bawah Danantara. Langkah ini, menurut Rosan, merupakan implementasi langsung dari arahan Prabowo sekaligus penjabaran amanat Pasal 33 UUD 1945, yang menekankan pengelolaan kekayaan negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
“Kehadiran Danantara benar-benar hadir pada waktu yang sangat tepat,” kata Rosan dalam Town Hall Danantara Indonesia di JCC, Jakarta, Senin (28/4/2025).
BACA JUGA: Prabowo Soroti Kinerja BUMN: Harusnya Sumbang 50 Miliar Dolar AS, Bukan Malah Rugi
Transformasi BUMN Jadi Pilar Ekonomi Nasional
Transformasi besar-besaran ini bertujuan menjadikan BUMN sebagai pilar utama perekonomian nasional yang efisien, profesional, dan kompetitif di pasar global.
Prabowo juga menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan pembukaan ruang bagi talenta internasional untuk berkontribusi di sektor strategis negara. (KSC)








