KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, jalanan ibu kota kembali dipenuhi semarak merah putih. Namun di tengah gelombang nasionalisme itu, muncul tren unik yang dirasakan para pedagang bendera musiman: banyak warga justru mencari bendera bajak laut ala One Piece!
Fenomena ini diakui Raji (50), pedagang musiman yang berjualan di kawasan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.
“Sekarang tuh banyak yang nanya bendera tengkorak. Iya, saya enggak bawa, enggak bikin. Bos saya enggak sediain. Saya cuma jualan bendera Merah Putih biasa,” ujar Raji saat ditemui pada Sabtu (2/8/2025).
Raji menyebut pertanyaan soal bendera One Piece, terutama yang bergambar tengkorak khas bajak laut, semakin sering muncul seiring ramainya perbincangan di media sosial.
“Banyak yang nyari. Katanya pengen buat dekorasi juga. Tapi ya saya enggak jual. Ini kan buat kemerdekaan, bukan cosplay bajak laut,” katanya sambil tersenyum.
BACA JUGA: Pegadaian Berperan Aktif Mendukung Gerakan Pangan Murah
Hal senada diungkapkan Pebi (33), pedagang lainnya yang membuka lapak di sekitar Halte Kramat Sentiong, Senen.
“Memang ada beberapa yang tanya bendera One Piece, tapi kan kita jualan bendera resmi Merah Putih. Ini buat perayaan 17-an, bukan buat gaya-gayaan,” tutur Pebi.
Meski permintaan terhadap bendera bajak laut meningkat, para pedagang tetap berkomitmen menyediakan atribut resmi untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
“Tujuan kita jualan ini buat memeriahkan kemerdekaan Indonesia. Jadi tetap fokus ke Merah Putih, umbul-umbul, dan dekor khas 17 Agustus,” tambah Pebi.
BACA JUGA: Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Kembali Disorot, Pengamat Desak Usut Tuntas Hingga Pemakzulan Gibran
Tren Bendera Bajak Laut di Tengah Nasionalisme Digital
Fenomena pencarian bendera One Piece menjelang 17 Agustus ini mencerminkan percampuran antara budaya populer dan semangat kemerdekaan. Tagar seperti #OnePiece #17an dan #BenderaTengkorak sempat ramai di platform seperti TikTok dan Instagram.
Meski begitu, para pedagang berharap masyarakat tetap fokus pada makna perayaan Hari Kemerdekaan: menghormati jasa pahlawan dan merayakan identitas nasional, bukan sekadar mengikuti tren. (KSC)







