Mita Ingin Wujudkan Impian Menuju PON Sumut-Aceh


Prestasi demi prestasi yang diraih anak sulung dari tiga bersaudara ini membuat dirinya tercatat dalam atlet binaa KONI Medan.

“Hingga sampai sekarang saya masuk ke dalam KONI menjadi atlet binaan. Itu semua karena dukungan-dukungan pelatih saya yakni senpai Billy, senpai Roslen, senpai John Piter dan senpai Ahmad Zulkarnain dan pada akhirnya orang tua saya pun mengizinkan saya untuk ikut beladiri kempo,” tuturnya.

Pemilik tinggi 155 cm dan berat badan 45 kg ini telah menyumbangkan medali emas di randori putri kelas 49-51 kg untuk kontingen Kecamatan Medan Helvetia pada ajang Porkot XI/2019. Pendoyan kari Ayam ini semakin termotivasi untuk mengulangi kesuksesan dalam setiap kejuaraan kempo.

Baca juga: BI Sumut Proyeksikan Rp2,6 Triliun Kebutuhan Ramadan dan Lebaran



Arena Pekan Olahraga Wilayah Sumatera Utara (Porwilsu) dan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porpropsu) tahun 2022, menjadi tolak ukur sukses bagi seorang atlet untuk menuju arena PON XXI/2024 Sumut-Aceh. Jika berhasil mendulang medali menjadikan seorang atlet  berstatus penghuni Pelatda Sumut. Hal ini membuat Mita optimis akan mampu meraih hasil yang baik di kedua even tersebut.

“Prestasi yang telah diraih dijadikan bahan evaluasi untuk mematangkan lagi latihan untuk menghadapi para kenshi daerah lain di ajang Pekan Olahraga Wilayah Sumatera Utara (Porwilsu) dan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porpropsu) tahun 2022 mendatang. Kedua even tersebut merupakan seleksi bagi kensi se-Sumatera Utara untuk meraih tiket PON Sumut-Aceh,” terang cewek berdarah Mandailing ini.

Baca juga: Wali Kota Tebing Tinggi Sambut Para Taruna Peserta Latsitardanus Tahun 2021



Kenshi dari dojo Ibnu Sina ini berambisi dan menarget dengan kemauan keras untuk dapat lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Sumut-Aceh, 2024, mendatang. Untuk menuju pesta olahraga nasional bergengsi tersebut harus melakoni pertandingan pada ajang Porwilsu dan Porprovsu untuk mengambil tiket PON tampil menuju podium satu.

“Keinginan untuk dapat lolos menuju PON di Sumut-Aceh terus berpacu dan bergelora dalam jiwa. Memang untuk menuju pesta olahraga nasional yang diadakan ¥empat tahun sekali tidak gampang karena harus melalui tahap penyeleksian akhir mengikuti pertandingan yang digelar KONI Sumut untuk mengamankan tiket harus menjadi pemenang. Target untuk lolos ke PON mendapat motivasi dari keluarga yang harus diwujudkan untuk membuat bangga orang tua,” pungkas cewek yang dilahirkan 20 tahun silam ini. (BNL)

Pos terkait