MEDAN | kliksumut.com – Kenshi kontingen Kecamatan Medan Baru ini berhasil mendulang emas di kelas Randori Putri Kelas 40-45 kg pada perhelatan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Medan VII Tahun 2021. Cewek berhijab ini semakin fokus latihan untuk meraih prestasi pada kejuaraan kempo lainnya. Tentunya impian berlaga di PON XXI/2024 digelar di Sumut-Aceh harus duwujudkan untuk membawa harum nama Sumut.
Kenshi bernama lengkap Fahmita Ramayani Pratiwi Hasibuan tercatat sebagai atlet binaan KONI Medan ini telah membukukan prestasi tingkat naaional di arena Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Banda Aceh 2019 dengan raihan emas kategori embu beregu campuran dan perunggu kategori randori putri kelas 50 kg.
Baca juga: Sidang Ketua dan Anggota KAMI Kembali Digelar Di PN Medan
“Keberhasilan seorang atlet untuk menuai prestasi bergantung dari dirinya sendiri. Usaha adalah modal utama dan tentunya rezeki berupa prestasi telah ditentukan oleh sang Ilahi. Berdoa, dukungan orang tua dan pelatih serta usaha Hkeras dan tentunya memiliki mental sang juara saat pertandingan merupakan modal untuk menaklukkan lawan,” ujar mahasiswi semester 4 fakultas Pertanian USU ini di Medan, Kamis (8/4/2021).
Kenshi Perkemi Medan ini menuturkan untuk mewujudkan impian menuju PON 2024, Sebagai kenshi harus mempersiapkan diri mulai dini dengan banyak latihan dengan menguatamakan kedisiplinan, mengikuti arahan pelatih, motivasi dan semangat juang yang tinggi.
“Insyaallah saya akan tampil maksimal untuk meraih tiket PON yang merupakan kebanggaan setiap atlet,” sebutnya.
Baca juga: PLN Siagakan 2.700 Personil di 222 Posko Sambut Ramadhan dan Idul Fitri 2021
Awal mula cewek yang dilahirkan di Balik Papan ini mengenal olahraga beladiri Kempo karena ingin melindungi diri dari tindakan kejahatan dan memiliki hobi untuk menekuni olahraga beladiri. Namun, keinginan tersebut tidak mendapat restu orang tua. Pendirian yang keras untuk menekuni Kempo tetap bergelora bagi penyandang sabuk Hitam (Dan I).
Kenshi yang akrab disapa Mita ini, tepatnya tahun 2014 secara resmi menggunakan seragam Kempo dan menjadi hobi untuk mengenal lebih dekat Kempo. Saat melakoni pertandingan perdana kali gagal menuai prestasi. Kegagalan tersebut tidak membuat anak dari Ismail Pahmi Hasibuan dan Prastuty Ramayani patah semangat dan menjadi penghalang untuk tetap berlatih. Hingga pada pertandingan selanjutnya Mita berhasil menang dan membuktikan pada kedua orang tua, dirinya mampu untuk menuai prestasi.








