Petir Sambar Sampan Nelayan di Laut Sergai, Dua Orang Tewas dan Satu Kritis

Petir Sambar Sampan Nelayan di Laut Sergai, Dua Orang Tewas dan Satu Kritis
Korban yang mengalami kondisi kritis adalah Abdul Rahim (21), warga Dusun IV Kampung Buantan hingga Kamis (5/11/2026) masih menjalani perawatan di rumah dalam kondisi diinfus. (kliksumut.com/Liberti Lubis)

KLIKSUMUT.COM | SERGAI – Nasib nahas menimpa lima nelayan asal Kampung Buantan, Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara. Saat mencari ikan di laut, sampan yang mereka tumpangi disambar petir ketika hujan deras disertai angin kencang, Kamis (5/11/2026).

Akibat peristiwa tragis tersebut, dua nelayan dilaporkan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami kondisi kritis. Dua nelayan lainnya berhasil selamat dari sambaran petir tersebut.

Kedua korban meninggal dunia diketahui bernama Khamsani (24), yang merupakan tekong atau nakhoda sampan, serta Ahmad Tahir (35), warga Dusun I Keramat Asam, Desa Pekan.

Sementara korban yang mengalami kondisi kritis adalah Abdul Rahim (21), warga Dusun IV Kampung Buantan. Hingga Kamis (5/11/2026), Abdul Rahim masih menjalani perawatan di rumah dalam kondisi diinfus.

BACA JUGA: 12 Pria Diamankan dalam Gerebek Sarang Narkoba di Kampung Pon Sergai, Personel Gabungan Turun ke Lokasi

Dua nelayan yang berhasil selamat masing-masing Jong Kawadi (48) dan Dila (40), keduanya merupakan warga Dusun IV Kampung Buantan.

Saksi mata Jong Kawadi, didampingi Dila, menceritakan bahwa sebelum kejadian mereka bertolak dari tangkahan Tanjung Beringin dengan lima orang di dalam satu sampan.

Saat itu, mereka sedang mencari ikan di perairan Tuasan Tamban, sekitar sembilan mil dari bibir pantai. Sampan dalam kondisi bertambat, sementara jaring yang mereka gunakan masih berada di dasar laut.

Bacaan Lainnya

Namun, cuaca tiba-tiba memburuk. Hujan deras disertai angin kencang membuat kelima nelayan tersebut memilih beristirahat di atas sampan.

Tanpa diduga, sambaran petir dengan suara menggelegar menghantam bagian belakang sampan, tepat di lokasi tiga nelayan sedang beristirahat.

“Saat itu kami sedang istirahat sambil bertambat, jaring masih berada di dasar laut. Tiba-tiba petir dengan keras menghantam bagian belakang sampan,” ungkap Jong dengan suara bergetar saat menceritakan kejadian tersebut.

BACA JUGA: Pemkab Sergai Perkuat Tata Kelola Aset Daerah, Dorong Optimalisasi untuk Tingkatkan PAD

Jong mengaku langsung melihat ke bagian belakang sampan setelah mendengar suara petir yang begitu keras.

Betapa terkejutnya dia ketika mendapati ketiga rekannya sudah tergeletak dan tidak bergerak.

Bersama Dila, Jong kemudian berusaha membangunkan ketiga korban. Namun, upaya tersebut tidak mendapatkan respons.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Kampung Buantan. Insiden tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem, khususnya saat beraktivitas di tengah laut. (KSC)

Reporter: Liberti Lubis

Pos terkait