KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Nasaruddin Umar menegaskan bahwa tradisi halal bihalal memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN). Hal ini disampaikan dalam acara halal bihalal pegawai Kementerian Agama yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Muhammad Syafii, Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, serta jajaran pejabat eselon I dan II dan ASN di lingkungan Kementerian Agama. Turut hadir pula sejumlah tokoh dan mantan pejabat Kemenag, seperti Lukman Hakim Saifuddin, Zainut Tauhid Sa’adi, Rahmat Dasuki, Bahrul Hayat, dan Nur Kholis Setiawan.
Dalam sambutannya, Menag menekankan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan kearifan lokal khas Indonesia yang sarat makna spiritual dan sosial.
“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk membersihkan diri, baik hubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia menjelaskan bahwa setelah menjalani ibadah Ramadan, umat Islam diyakini telah mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Namun demikian, hubungan antarmanusia tetap perlu diselesaikan melalui saling memaafkan.
BACA JUGA: Menag Ajak Perluas Makna Silaturahmi: Dari Sesama Manusia hingga Alam Semesta
“Sekarang kita selesaikan hubungan dengan sesama. Dengan begitu, tidak ada lagi beban rasa bersalah atau berdosa yang menghambat kita bekerja,” jelasnya.
Menurutnya, beban psikologis seperti rasa bersalah dapat berdampak langsung pada produktivitas ASN. Oleh karena itu, halal bihalal menjadi titik awal untuk kembali bekerja dengan hati yang bersih dan penuh tanggung jawab.
“Kalau kita masih menyimpan beban, kita tidak bisa bekerja maksimal. Hari ini kita mulai dengan hati yang bersih agar amanah yang diemban bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menag juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk menghargai jasa para pendahulu yang telah membangun fondasi institusi.
“Kita ini melanjutkan, bukan memulai dari nol. Apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil kerja keras para pendahulu,” ungkapnya.
BACA JUGA: Lebaran sebagai Ruang Sosial: Hangatnya Kebersamaan di Open House Menag
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin Umar juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran dan masyarakat atas segala kekurangan dalam pelayanan.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan pimpinan Kementerian Agama, kami memohon maaf lahir dan batin. Kami terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.
Melalui momentum halal bihalal ini, diharapkan seluruh ASN Kementerian Agama semakin solid, profesional, dan mampu memberikan pelayanan publik yang optimal. (KSC)
TIM REDAKSI








