LBH Yogyakarta Diteror Molotov

  • Whatsapp
Kantor LBH Yogyakarta Diteror Molotov
Polisi melakukan olah TKP pada Sabtu, 18 September sore, terkait serangan molotov di kantor LBH Yogya. (Foto: Courtesy/LBH Yogya)

YOGYAKARTA | kliksumut.com Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta menerima teror. Kantor mereka di kawasan Kotagede, mendapat serangan molotov yang diperkirakan dilakukan pada Sabtu (18/9) dini hari.

Dikutip kliksumut.com dari voaindonesia.com bahwa Direktur LBH Yogyakarta, Yogi Zul Fadhli, dalam keterangan resminya Sabtu (18/9) sore menyebut, bagian depan kantor mereka terbakar akibat serangan ini.

“Setelah kami periksa, ternyata memang saya melihat ada bekas hangus seperti terbakar api, ada di bagian pojok barat bagian teras, di mana terdapat bekas terbakar api dan menyebar ke beberapa sisi, lantai, tembok, kaca, jendela, ventilasi, bahkan naik ke bagian atas, di atap,” kata Yogi.

Yogi juga memaparkan, api sempat merembat ke dalam ruangan karena kain gorden jendela berlubang bekas terbakar. Dalam pemeriksaan lebih detil, sejumlah pecahan kaca botol di sekitar titik terbakar menguatkan dugaan, bahwa teror ini memanfaatkan molotov.

BACA JUGA: YLBHI: 239 Perempuan Jadi Korban Kekerasan Selama 2020-2021

Dugaan pelaku beraksi sekitar Sabtu (18/9) dini hari adalah karena hingga pukul 01.00 WIB, sejumlah warga masih begadang tak jauh dari kantor LBH Yogya. Sementara bekas pembakaran diketahui sekitar pukul 05.00 WIB.

“Kalau kami boleh menduga, serangan ini bisa jadi terkait dengan pembelaan LBH Yogya terhadap beberapa kasus struktural yang selama ini didampingi dan dibela oleh LBH Yogya,” tambah Yogi.

Sejumlah kasus yang saat ini sedang ditangani LBH Yogya adalah perlawanan masyarakat Wadas, Purworejo terhadap pemerintah terkait pembangunan Bendungan Bener, gugatan dosen Universitas Proklamasi 45, advokasi Peraturan Gubernur (Pergub) DIY terkait larangan demonstrasi di kawasan Malioboro, pembangunan PLTU di Cilacap, Jawa Tengah, dan pabrik semen di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah.

“Kami menilai serangan ini adalah teror terhadap pembela hak asasi manusia sekaligus teror bagi organisasi bantuan hukum yang selama ini menjalankan tugas konstitusional, memberikan bantuan hukum kepada masyarakat miskin dan buta hukum,” lanjut Yogi.

LBH Yogya akan melaporkan serangan ini ke penegak hukum dan lembaga-lambaga lain terkait. Yogi juga memastikan, mereka tidak takut terhadap teror ini, dan justru menjadi lebih bersemangat melakukan pembelaan bagi masyarakat, terutama dalam kasus-kasus struktural.

Eko Riyadi, Direktur Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menyebut pelemparan bom molotov ke LBH Yogya sebagai obat kuat.

Pos terkait