Komjen Agus dan Komjen Sigit Layak Dipasangkan Menjadi Kapolri dan Wakapolri


Agus mampu menekan angka kejahatan di tengah masyatakat. contohnya ketika menjadi Kapolsek di Sumbul, Agus mampu menghidupkan perpolisian masyarakat.

Masyarakat diajarkan untuk menjadi polisi pada diri sendiri. Ini yang sebenarnya diperlukan karena rasio jumlah polisi dengan masyarakat sangat terbatas. Jadi, ajarkan agar masyarakat menjadi polisi bagi dirinya sendiri.

Pada saat menjabat Kasat Reskrim Poltabes Medan, Komjen Agus dapat menyelesaikan dengan baik benturan dengan mahasiswa dalam kasus Nomensen 2000, demikian pula saat teror bom gereja menghantui warga Medan. Komjen Agus menorehkan catatan yang baik saat menjalankan tugas di Sumatera Utara, sehingga LSM Pemerhati kinerja Polri di Sumut “POLRI WATCH” pada hari bhayangkara ke 73 (2019) memberikan penghargaan kepada Agus Andrianto.

”Beliau humanis, mengayomi internal dan eksternal Polri serta memotovasi personil POLRI di Sumut saat itu menjadi polisi professional,modern dan terpercaya,” sebut Ikhwaluddin.

Baca juga: Tiga Nama Kandidat Kapolri


Dalam menyelesaikan studi Magister Hukum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Komjen Agus mengambil tema tesis tentang restorasi justice, sebuah pendekatan pengekan hukum yang fokus memberikan keseimbangan keadilan bagi korban dan pelaku tindak pidana, memulihkan keadaan seperti semula.

Komjen Listyo Sigit Prabowo sangat tepat menjadi Wakapolri mendampingi seniornya Komjen Agus Andrianto. Komjen Sigit dapat diharapkan meningkatkan semangat promoter di internal kepolisian.

“Itu beliau tunjukkan dalam penanganan kasus Djoko Candra, beliau tidak sungkan-sungkan melakukan pembersihan internal di bareskrim yang dipimpinnya,” jelas Ikhwal.

Pernah sebagai Kadiv Propam merupakan dasar pertimbangan lain Komjen Sigit untuk menjadi Wakpolri. Beliau konsenterasi pada peningkatan internal kepolisian. (rel/tim)

Pos terkait