KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Ketua DPP Satuan Tugas (Satgas) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Provinsi Sumatera Utara, BS bersama rekan-rekannya dilaporkan ke Polrestabes Medan atas dugaan ancaman terhadap wartawan KLIKSUMUT.COM.
Laporan ini tercatat dengan Nomor STTLP/B/697/III/2025/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA dan diajukan oleh Dodi Ariandi alias Dogar pada Sabtu (1/3/2025). Insiden tersebut terjadi saat Dodi meliput persidangan kasus dugaan korupsi alih fungsi Kawasan Hutan Suaka Margasatwa Karang Gading Langkat Timur di Pengadilan Negeri Medan pada Senin, 24 Februari 2025.
BACA JUGA: Aksi Intimidasi Wartawan di Sidang Kasus Mafia Tanah Sawit di kawasan Suaka Margasatwa Langkat
Kasus Korupsi Lingkungan Senilai Rp 787,17 Miliar
Sidang yang diliput Dodi membahas perkara korupsi yang menyeret terdakwa Alexander Haliam alias Akuang. Kerugian akibat perusakan lingkungan ini mencapai Rp 787,17 miliar, yang terdiri dari:
– Kerugian ekologis: Rp 436,63 miliar
– Kerugian ekonomi lingkungan: Rp 339,15 miliar
– Biaya pemulihan lingkungan: Rp 9,26 miliar
– Biaya revegetasi: Rp 2,11 miliar
Kerugian ini menjadi beban negara melalui APBN untuk memulihkan ekosistem yang rusak.
Intimidasi di Persidangan
Dodi menjelaskan bahwa dirinya meliput sidang sesuai arahan redaksi. Sidang tersebut menghadirkan saksi ahli lingkungan Prof. Dr. Ir. Basuki Wasis, M.Si dan Prof. Dr. Ir. Bambang Hero Saharjo, M.Agr, serta saksi fakta dr. David Luther Lubis, SpOG (K), yang diketahui sebagai Ketua DPD AMPI Sumut sekaligus menantu terdakwa Akuang.
“Saat saya mengambil dokumentasi terdakwa dan saksi, tiba-tiba ada orang yang diduga suruhan terdakwa dan saksi fakta mendatangi saya, meminta saya untuk berhenti mengambil gambar,” ungkap Dodi.
Dodi pun meninggalkan nomor selulernya kepada mereka. Tak lama kemudian, Ketua Satgas AMPI Sumut BS bersama rekan-rekannya mengajak Dodi ke kantin dan mulai melakukan intimidasi.
Ancaman: “Sempat Kau Naikkan Berita Itu, Aku Hisap Darahmu”
Menurut Dodi, BS dan rekan-rekannya meminta agar berita dan foto Ketua DPD AMPI Sumut tidak dipublikasikan.
“Saya dikelilingi mereka, bahkan ada yang memukul meja agar suasana semakin mencekam. Saya tetap tenang dan akhirnya pergi setelah menerima telepon,” tambahnya.
Namun, intimidasi berlanjut hingga ke pintu masuk lobi pengadilan. BS dan rekan-rekannya disebut bersikeras meminta foto dihapus dan berita tidak diterbitkan.
BACA JUGA: Terdakwa Alexander Halim alias Akuang, Sulap Sertifikat Lahan Mangrove Hutan Langkat
“BS mengancam, ‘Sempat kau naikkan berita itu, aku hisap darahmu!’ Bahkan, Busor juga sempat melontarkan ancaman akan menculik dan membunuh saya,” kata Dodi.
Atas insiden ini, Dodi pun melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Medan demi mendapatkan perlindungan hukum dan menegakkan kebebasan pers.
Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian, dan diharapkan menjadi perhatian publik agar kekerasan terhadap jurnalis tidak terus terjadi. (KSC)
Catatan: Berita ini direvisi nama diduga pelaku diinisalkan








