Kahitna: Legenda Musik Indonesia dengan Harmoni Cinta yang Tak Lekang oleh Waktu

Kahitna: Legenda Musik Indonesia dengan Harmoni Cinta yang Tak Lekang oleh Waktu
Kahitna (foto/ist)

KLIKSUMUT.COMNama Kahitna telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan musik Tanah Air. Dikenal dengan lagu-lagu romantis dan aransemen musik yang khas, grup ini terus bertahan melintasi generasi sejak resmi dibentuk pada 24 Juni 1986 di Bandung.

Kahitna digagas oleh musisi ternama Yovie Widianto, yang juga menjadi motor utama dalam penciptaan lagu dan aransemen musik. Sebelum dikenal dengan nama Kahitna, grup ini sempat menggunakan nama Coops Rhythm Section (1983–1985) dan Indonesia 6 (1985–1986).

Nama “Kahitna” sendiri memiliki filosofi unik. Berasal dari bahasa Tagalog yang berarti “meskipun demikian”, nama ini kemudian dipelesetkan dengan nuansa Sunda menjadi “yang paling nge-hits”—sebuah refleksi ambisi mereka untuk terus relevan di industri musik.

Kahitna dikenal dengan kekuatan pada aransemen musik yang orisinal dan easy listening. Mereka sukses memadukan berbagai genre seperti jazz, pop, fusion, latin, hingga sentuhan etnik. Tema cinta menjadi benang merah dalam hampir seluruh karya mereka, menjadikan lagu-lagunya dekat dengan kehidupan pendengar.

Sejumlah lagu hits seperti “Permaisuriku”, “Cantik”, “Cerita Cinta”, “Andai Dia Tahu”, hingga “Sampai Nanti” menjadi bukti kuat eksistensi mereka di industri musik Indonesia.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Juliette: Perjalanan Panjang Band Pop Indonesia dari TBK hingga Comeback

Tak hanya di dalam negeri, Kahitna juga mencatat prestasi internasional dengan menjuarai Festival Band Explosion (Light Music Contest) di Tokyo, Jepang pada tahun 1991.

Mereka telah merilis sejumlah album sukses, di antaranya:

  • Cerita Cinta (1994)
  • Kahitna II (1996)
  • Sampai Nanti (1998)
  • Permaisuriku (2000)
  • Soulmate (2006)
  • Lebih Dari Sekadar Cantik (2010)
  • Rahasia Cinta (2016)

Kahitna dihuni oleh musisi-musisi berbakat seperti Hedi Yunus, Mario Ginanjar, serta almarhum Carlo Saba yang dikenal sebagai salah satu vokalis ikonik grup ini.

Kepergian Carlo Saba pada tahun 2023 menjadi duka mendalam bagi dunia musik Indonesia. Meski begitu, Kahitna tetap melanjutkan perjalanan dengan semangat yang sama, mempertahankan kualitas musik yang telah menjadi ciri khas mereka.

BACA JUGA: Juicy Luicy: Dari Indie Bandung ke Puncak Chart Global

Setelah sempat meredup, Kahitna kembali bangkit di awal 2010 dengan album Lebih Dari Sekadar Cantik. Lagu “Untukku”—yang sebelumnya dipopulerkan oleh Chrisye—menjadi salah satu andalan dalam album tersebut, sekaligus menandai warna baru dalam perjalanan musik mereka.

Dengan basis penggemar yang disebut “Soulmates”, Kahitna membuktikan bahwa musik berkualitas akan selalu menemukan tempat di hati pendengarnya. Hingga kini, karya-karya mereka masih sering diputar dan dinyanyikan lintas generasi. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait