KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Industri musik independen di Kota Medan kembali mendapat angin segar. Berangkat dari minimnya ruang promosi bagi band-band lokal yang memiliki karya orisinal, tiga pegiat musik Kota Medan berkolaborasi melahirkan sebuah konsep pertunjukan musik baru bertajuk In Realease, sebuah gigs yang tak hanya menghadirkan penampilan band, tetapi juga mengupas perjalanan dan proses kreatif para musisi.
Inisiatif tersebut digagas oleh Tri Harma, pendiri komunitas gigs Cuma Ngegigs, Atta, pendiri media gaya hidup dan musik Medan Anamatope, serta Yogi, wartawan hiburan Harian Analisa. Ketiganya memiliki visi yang sama, yakni membuka ruang eksposur lebih luas bagi band-band asal Medan agar karya mereka dikenal publik.
Berbeda dengan konsep gigs pada umumnya, In Realease menghadirkan format live performance yang dipadukan dengan live interview, sehingga penonton tidak hanya menikmati musik, tetapi juga mengenal cerita di balik terbentuknya band, proses penciptaan lagu, hingga makna yang ingin disampaikan para musisi melalui karya mereka.
“Kebanyakan gigs di Medan hanya fokus pada penampilan band. Bahkan sering kali penonton tidak tahu siapa band yang tampil atau apa judul lagu yang mereka bawakan. Di In Realease kami ingin mengajak penonton mengenal lebih dekat perjalanan band dan membedah karya mereka dari sudut pandang pewawancara, tanpa menghakimi seperti ajang pencarian bakat,” ujar Tri Harma, salah satu inisiator, Senin (27/7/2026).
Menurut Tri Harma, In Realease lahir sebagai wadah promosi bagi musisi yang konsisten menciptakan lagu sendiri.
“Kami mengutamakan band yang memiliki karya orisinal, bukan band cover. Band-band Medan yang berkarya layak mendapatkan eksposur lebih besar karena kualitas mereka tidak kalah dengan band-band dari luar Sumatera,” tegasnya.
Konsep tersebut juga mendapat dukungan dari Serayu Kopi, yang menjadi live space penyelenggaraan acara dan diharapkan menjadi rumah bagi tumbuhnya ekosistem musik independen di Kota Medan.
BACA JUGA: Rudal Band, Grup Musik Rock Indonesia yang Tetap Berkibar dengan Semangat Musik Keras
Gelaran perdana In Realease Volume 1 yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) sukses menghadirkan tiga band independen asal Medan, yakni Merahati, Flower Child, dan Brutal Pop.
Band Merahati menjadi pembuka acara. Meski tampil tanpa kehadiran sang drummer, grup yang digawangi Arie (gitar), Maureen (bass), Emli (gitar), Fiqri (drum), dan Beby (vokal) tetap mampu menyuguhkan penampilan yang solid.
Mereka membawakan single terbaru berjudul “Melupakanmu”, sekaligus menceritakan perjalanan band yang resmi berdiri pada 20 April 2020.
Penampilan kemudian dilanjutkan oleh Flower Child, unit pop rock yang diperkuat Dilla (vokal), Rizki (bass), Raki (drum), dan Faisal (gitar).
Dalam sesi wawancara, Flower Child mengungkapkan tengah mempersiapkan mini album (EP) perdana. Mereka juga membawakan dua lagu ciptaan sendiri, termasuk single terbaru bertajuk “Menolak Ingatan” yang belum lama dirilis.
Sebagai penutup, grup alternative rock Brutal Pop sukses menghidupkan suasana dengan penampilan energik. Trio yang beranggotakan Hasan (bass/vokal), Eko (gitar), dan Teguh (drum) membawakan empat lagu, termasuk single perdana “Cinta Tak Boleh Ngemis”, serta lagu cover “Walah” milik Netral.
Dalam sesi bincang-bincang, Hasan menjelaskan filosofi nama Brutal Pop yang menggambarkan musik pop dengan energi dan semangat bersenang-senang. Ia juga mengungkapkan bahwa band tersebut kini tengah menyelesaikan proses produksi EP debut mereka.
BACA JUGA: Mengenal Roxx, Band Hard Rock Legendaris Indonesia yang Tetap Bergema hingga Kini
Dipandu oleh MC Array Anarcho, seluruh rangkaian acara berlangsung hangat dan interaktif. Konsep dialog antara musisi dan pewawancara menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan pengalaman berbeda dibandingkan gigs konvensional.
Lebih dari sekadar panggung musik, In Realease diharapkan menjadi ruang kolaborasi, promosi, sekaligus dokumentasi perjalanan band-band independen Kota Medan yang selama ini minim sorotan.
Dengan mengedepankan musisi yang menghasilkan karya orisinal, para penggagas berharap In Realease mampu menjadi salah satu motor penggerak berkembangnya ekosistem musik independen di Sumatera Utara sekaligus membuktikan bahwa band-band Medan memiliki kualitas yang mampu bersaing di kancah nasional. (KSC)
REPORTER: Bayu








