Pemerintah Batal Terapkan Pembelajaran Online, Fokus Percepat Kualitas Pendidikan Nasional

Pemerintah Batal Terapkan Pembelajaran Online, Fokus Percepat Kualitas Pendidikan Nasional
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Pemerintah resmi membatalkan rencana penerapan pembelajaran online sebagai respons terhadap kenaikan harga minyak dunia. Kebijakan ini ditegaskan oleh Pratikno selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Dalam keterangannya, Pratikno menyampaikan bahwa keputusan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga kualitas pendidikan di tengah tantangan krisis global.

Menurut Pratikno, situasi global saat ini harus dijadikan momentum untuk mempercepat transformasi nasional, bukan justru menurunkan kualitas pembelajaran. Ia menegaskan bahwa proses pendidikan harus tetap berjalan optimal tanpa menimbulkan risiko learning loss bagi siswa.

“Pembelajaran harus tetap dilakukan secara maksimal. Oleh karena itu, pemerintah mengutamakan metode luring atau tatap muka agar kualitas pendidikan tetap terjaga,” ujarnya.

Pratikno mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat dibahas opsi pembelajaran hybrid yang menggabungkan sistem daring dan luring. Namun, hasil pembahasan lintas kementerian menyimpulkan bahwa pembelajaran daring belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini.

BACA JUGA: Jelang Mudik Lebaran 2026, Menkomdigi Meutya Hafid Pastikan Internet Stabil

Hal ini didasarkan pada prioritas pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh, termasuk melalui program revitalisasi sekolah, pengembangan Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Unggul Garuda.

“Prioritas Presiden sangat jelas pada sektor pendidikan. Kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di semua lini,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Selain sektor pendidikan, pemerintah juga memastikan layanan medis esensial tetap berjalan normal tanpa pembatasan. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pelayanan publik di tengah dinamika ekonomi global.

Sebagai bagian dari transformasi pemerintahan, Pratikno juga menginstruksikan percepatan penerapan sistem berbasis elektronik di berbagai sektor. Langkah ini mencakup:

  • Peningkatan kinerja birokrasi
  • Optimalisasi pelayanan publik
  • Efisiensi anggaran dan operasional

BACA JUGA: Gus Ipul Sowan ke Kiai di Hari Ketiga Idulfitri, Sampaikan Salam Presiden Prabowo

Ia juga menekankan pentingnya memangkas perjalanan dinas non-esensial serta mengoptimalkan rapat secara daring. Selain itu, penerapan Flexible Working Arrangement (FWA) akan dilakukan secara terukur guna meningkatkan efektivitas kerja.

“Pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan kualitas SDM harus terus diperkuat dengan cara yang lebih cerdas dan efisien,” pungkas Pratikno.

Pos terkait