KLIKSUMUT.COM | LABUHANBATU – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0209/LB Letkol Kav Hanung Kaptiaji mengakui banjir yang merendam gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Bakaran Batu di Jalan Sisingamangaraja, Rantauprapat, Sabtu (24/10/2026), dipicu jebolnya tanggul akibat tingginya debit air setelah hujan deras berlangsung cukup lama.
Pernyataan tersebut disampaikan Hanung yang juga menjabat Kepala Pelaksana program strategis nasional (PSN) pembangunan KDKMP dalam video konferensi pers yang beredar di Rantauprapat, Senin (26/10/2026).
“Dengan hujan yang berdurasi cukup lama dan lebat, tanggul yang ada di sebelah kanan KDKMP itu jebol karena tidak kuasa menahan debit air yang besar,” ujar Hanung.
Banjir yang melanda sejumlah titik di pusat Kota Rantauprapat itu menyita perhatian publik, termasuk genangan yang merendam gedung KDKMP Bakaran Batu. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi perhatian terhadap kesiapan infrastruktur pendukung pembangunan fasilitas program strategis nasional itu.
BACA JUGA: Polres Labuhanbatu Ingatkan Pelajar Tertib Berlalu Lintas dan Jauhi Narkoba
Hanung menjelaskan, penanganan awal dilakukan dengan menyedot dan mengalihkan genangan air menggunakan mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dan kendaraan pemadam milik Yon TP.
“Penanganan dilakukan kemarin sore. Kalau bisa dilihat saat ini, kondisinya sudah kering,” katanya.
Untuk mencegah kejadian serupa, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Labuhanbatu guna memperbaiki sekaligus meninggikan tanggul yang rusak di sisi kanan dan belakang gedung.
Hanung menyebutkan, tanggul yang sebelumnya memiliki ketinggian sekitar satu meter akan ditingkatkan menjadi dua meter. Selain itu, pihaknya merencanakan pembangunan kolam penampungan air serta penataan aliran drainase di sisi kanan dan kiri bangunan.
“Kami akan bertanggung jawab memperbaiki tanggul yang rusak. Tanggul yang semula satu meter akan kami tinggikan menjadi dua meter,” tegasnya.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pembenahan infrastruktur agar pembangunan dan operasional KDKMP dapat berjalan sesuai tujuan program pemerintah.
Hanung mengungkapkan, pembangunan KDKMP yang berada dalam koordinasi pihaknya telah menjangkau 186 titik di tiga kabupaten, yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan (Labusel), dan Labuhanbatu Utara (Labura), dari total sasaran 242 desa dan kelurahan.
Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah lokasi yang memerlukan perhatian khusus, termasuk KDKMP Bakaran Batu dan kawasan Aek Tapa.
Ia menjelaskan, penentuan lokasi pembangunan berawal dari permintaan pihaknya ke pemerintah daerah. Selanjutnya, melalui Dinas Pertanian, lahan disiapkan untuk pembangunan KDKMP.
Hanung juga mengakui pihaknya telah menerima informasi mengenai potensi banjir di kawasan tersebut sejak awal. Namun, berdasarkan petunjuk yang diterima dari pemerintah daerah dan Dinas PU, pembangunan dilakukan dengan persyaratan adanya tanggul sebagai upaya mengantisipasi genangan.
“Kami membuat tanggul sebelum pembangunan, baik di bagian belakang maupun sisi kiri. Itulah salah satu persyaratan agar tidak terjadi banjir,” jelasnya.
BACA JUGA: Polres Labuhanbatu dan BNNK Labura Gelar OSN, Dua Pria Diamankan dengan Sabu
Hanung memandang sorotan masyarakat terhadap banjir di KDKMP Bakaran Batu sebagai bentuk kepedulian publik terhadap keberhasilan program strategis nasional tersebut, khususnya di Kabupaten Labuhanbatu.
Ia menyatakan, kejadian itu akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki perencanaan dan kesiapan infrastruktur di lokasi pembangunan lainnya.
“Kami berharap upaya ini dapat mendukung keberhasilan program pemerintah. Kami tidak main-main dengan pelaksanaan program ini,” pungkasnya. (KSC)
Reporter: Fajar Dame Harahap








