KLIKSUMUT.COM – Industri musik Indonesia pernah diramaikan oleh kemunculan band rock bernama Jagostu. Grup musik ini didirikan pada awal tahun 2006 oleh gitaris Eross Candra, yang juga dikenal sebagai personel band legendaris Sheila On 7.
Band ini dibentuk sebagai proyek musikal untuk menampung berbagai karya Eross yang tidak dimasukkan ke dalam repertoar Sheila On 7. Dengan karakter musik yang lebih kental nuansa rock, Jagostu hadir sebagai ruang eksplorasi kreatif bagi sang gitaris.
Sejak awal pembentukannya, Jagostu diisi oleh sejumlah musisi dengan peran masing-masing, yaitu: Eross Candra – gitar, Brian – drum, Alam – bass dan Helmi – vokal
Kolaborasi para personel tersebut menghasilkan warna musik rock yang cukup berbeda dibandingkan proyek musik utama Eross bersama Sheila On 7.
BACA JUGA: J-Rocks: Band Rock Indonesia yang Mendunia hingga Rekaman di Abbey Road
Setelah setahun dibentuk, Jagostu langsung merilis album debut berjudul Jagostu pada tahun 2007. Album ini menjadi penanda keseriusan band dalam menapaki industri musik Indonesia.
Melalui album tersebut, Jagostu mencoba menghadirkan energi rock yang lebih eksploratif. Banyak penggemar musik yang penasaran dengan karya Eross di luar Sheila On 7, sehingga kemunculan band ini sempat menarik perhatian pecinta musik tanah air.
Bagi Eross Candra, Jagostu merupakan bentuk eksplorasi kreatif yang memungkinkan dirinya mengeluarkan ide-ide musikal yang tidak selalu cocok dengan karakter Sheila On 7 yang lebih pop rock.
Proyek ini juga memperlihatkan bagaimana seorang musisi dapat memiliki ruang berbeda untuk bereksperimen tanpa harus meninggalkan band utamanya.
BACA JUGA: Indonesian All Stars: Legenda Jazz Indonesia yang Mendunia Lewat Album “Djanger Bali”
Meski tidak sepopuler proyek utama Eross, Jagostu tetap menjadi bagian menarik dalam perjalanan musik rock Indonesia. Band ini menunjukkan sisi lain dari kreativitas Eross Candra dan memperkaya dinamika industri musik tanah air pada pertengahan 2000-an.
Bagi para penggemar Sheila On 7 maupun penikmat musik rock Indonesia, Jagostu menjadi catatan penting tentang bagaimana sebuah proyek sampingan bisa melahirkan karya yang berbeda namun tetap berkarakter. (KSC)
TIM REDAKSI





