Hardiknas, Kurikulum Merdeka dan Gerakan Merdeka Belajar

Hardiknas, Kurikulum Merdeka dan Gerakan Merdeka Belajar
Sumber Gambar: tangkap layar YouTube KEMENDIKBUD RI

Oleh: Al Mahfud

KLIKSUMUT.COM Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei tak hanya rutinitas tahunan yang mengingatkan kita akan pentingnya pendidikan sebagai fondasi membangun bangsa. Hardiknas juga mengajak kita berefleksi tentang gerakan-gerakan yang diupayakan di dunia pendidikan di Indonesia saat ini.

Tema Hardiknas Tahun 2024 ini adalah “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”. Hampir lima tahun program Merdeka Belajar berjalan mendorong transformasi pendidikan di Indonesia demi melahirkan SDM unggul dan berkarakter.

BACA JUGA: Guru dan Catatan Pencapaian Program Merdeka Belajar

Tak sekadar kebijakan atau program, seiring berjalannya waktu Merdeka Belajar kini telah menjadi gerakan bersama. “Gerakan itu sudah berjalan. Terima kasih atas Ibu-Bapak semua di ruangan ini menjadi penggerak-penggerak di seluruh Indonesia,” kata Nadiem Makarim saat acara puncak Hari Guru Nasional pada 25 November 2023.

Saat ini sudah ada 100.000 lebih Guru Penggerak yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka terus bergerak mewujudkan Merdeka Belajar dan memastikan gerakan ini terus berjalan. Mereka adalah para guru pemimpin pembelajaran yang holistik, berpusat pada murid, sesuai tahap perkembangan serta karakter murid, serta aktif menggerakkan pendidik lainnya.

Ketika sebuah gerakan sudah berjalan hampir 5 tahun, tentu kita sudah bisa melihat dampaknya. Lantas, apa dampak positif dari gerakan Merdeka Belajar? Apa saja capaian dan menfaat dari program-program Merdeka Belajar selama ini?

Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar

Kurikulum Merdeka (KM) dan Platform Merdeka Mengajar (PMM) merupakan Program Merdeka Belajar Episode ke-15 yang diluncurkan Kemdikbudristek pada awal tahun 2022. Kini, Kurikulum Merdeka telah diadopsi di lebih dari 300 ribu atau 80 persen satuan pendidikan yang ada di Indonesia.

Penerapan Kurikulum Merdeka telah meningkatkan kualitas pembelajaran. Implementasi Kurikulum Merdeka telah terbukti mampu meningkatkan skor numerasi satuan pendidikan.

Dalam acara “Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran” pada 27 Maret 2024 (YouTube KEMENDIKBUD RI) disebutkan, data menunjukkan bahwa skor numerasi 8,15 diperoleh sekolah di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) yang menerapkan Kurikulum Merdeka selama satu tahun, kemudian skor numerasi dengan implementasi dua tahun sebesar 8,79, kemudian dengan implementasi tiga tahun skor numerasinya sebesar 12,49.

Adapun di daerah non-3T, sekolah yang mengimplementasikan KM selama setahun mendapat skor numerasi 10,4, implementasi KM dua tahun sebesar 12,85, dan implementasi KM tiga tahun mencapai 13,14.
Kurikulum Merdeka tak hanya meningkatkan aspek numerasi murid, namun memberikan ruang belajar yang setara sesuai minat dan bakat. Budi Utomo, salah satu anggota Kumunitas Kami Pengajar mengungkapkan bagaimana kehadiran Kurikulum Merdeka mendapat respon positif dari orang tua murid.

“Mereka merasa anaknya ‘diorangkan’, semacam ada kesetaraan. Jadi anak tidak harus pintar di bidang akademik, tetapi (bisa juga) pintar di bidang yang menjadi minat dan bakatnya,” katanya dalam sebuah dialog pembekalan mitra binaan untuk mendorong Merdeka Belajar menjadi Gerakan Bersama masyarakat yang digelar Kemdikbudristek pada 1 Maret 2024.

Guna mendampingi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, dihadirkan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Melalui platform ini guru bisa mendapatkan berbagai pelatihan mandiri, perangkat ajar, reverensi dan inspirasi praktik penerapan Kurikulum Merdeka. Guru juga bisa berkarya dan saling berbagi pengalaman praktik baik dalam menerapkan pembejaran berdasarkan prinsip Kurikulum Merdeka.

BACA JUGA: Hari Guru Nasional 2023, BPMP Sumut Berkomitmen Wujudkan Kebijakan Merdeka Belajar

Platform Merdeka Mengajar ini memberi kita gambaran bagaimana gerakan Merdeka Belajar dibangun dan disebarkan melalui platform teknologi digital. Praktik baik tentang bagaimana pembelajaran yang sesuai tahap capaian murid (teaching at the right level) bisa terdokumentasikan dan dipelajari, sehingga menjadi bahan inspirasi bagi guru lainnya. Sebuah praktik pembelajaran di kelas di sebuah sekolah yang dilakukan oleh seorang guru bisa menginspirasi ratusan bahkan ribuan guru lainnya di Indonesia.

Di momen Hardiknas 2024 ini, kita harapkan gerakan-gerakan pendorong Merdeka Belajar terus berjalan. Pemerintah, guru, Kepala Sekolah, komunitas-komunitas penggerak, hingga orang tua, semua bergerak bersama untuk melanjutkan Merdeka Belajar. (Penulis aktif menulis topik-topik pendidikan Asal Pati, Jateng)

Bacaan Lainnya

Pos terkait