Guru dan Catatan Pencapaian Program Merdeka Belajar

Guru dan Catatan Pencapaian Program Merdeka Belajar
Tangkap layar YouTube Direktorat SMP (Ist)

EDITOR: Wali
PENULIS: Al-Mahfud

KLIKSUMUT.COM – Ketika kita berbicara tentang upaya meningkatkan mutu pendidikan, maka guru adalah salah satu kuncinya. Ketika Jepang porak poranda pasca bom atom Nagasaki dan Hiroshima, hal yang ditanyakan Kaisar Hirohito kepada para jenderal pertama kali adalah berapa jumlah guru yang tersisa. Kaisar Hirohito sadar, guru-guru inilah yang bisa menjadi harapan bagi Jepang dalam membangun masa depan.

Guru yang bermutu, berkompeten, profesional, dan sejahtera adalah aspek-aspek yang harus diprioritaskan jika ingin pendidikan berkualitas. Di sinilah menjadi menarik melihat sejauh mana capaian dan kebermanfaatan program-program pendorong kualitas guru dilakukan Kemdikbudristek selama ini.

BACA JUGA: Hari Guru Nasional 2023, BPMP Sumut Berkomitmen Wujudkan Kebijakan Merdeka Belajar

Program Merdeka Belajar selama ini terus berupaya meningkatkan kompetensi guru. Program Guru Penggerak, Pelatihan Mandiri, Platform Merdeka Mengajar, adalah beberapa ikhtiar untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi guru agar mampu menciptakan pembelajaran bermutu.

Pendidikan Guru Penggerak dilakukan selama 9 bulan pengembangan kompetensi dalam Lokakarya Bersama. Di dalamnya, guru mendapatkan pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan secara gratis. Manfaat program Guru Penggerak dan pelatihan-pelatihan lainnya sudah dirasakan oleh para pendidik di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam Sidang Komisi X DPR RI pada Rabu (6/3/2024). Di kesempatan tersebut, disampaikan berbagai capaian kinerja, termasuk mengenai Guru dan Tenaga Kependidikan. Disebutkan bahwa 94.685 calon guru penggerak mengikuti pendidikan Guru Penggerak dari tahun 2020-2023, jumlah kelulusan 61.256 guru. Kemudian ada 2.730.767 jumlah Guru Pelatihan Mandiri dari tahun 2020-2023.

UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan sistem pendidikan nasional harus menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.

Dalam rangka mendorong pemerataan tersebut, Kemdikbudristek juga membuat program Sekolah Penggerak guna mendorong satuan pendidikan bertransformasi untuk meningkatkan capaian hasil belajar anak didik secara menyeluruh hingga menggerakkan sekolah lain secara luas dan menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas.

Tercatat, sudah puluhan ribu sekolah berpartisipasi dalam program ini. Ada 506 dari 514 Kabupaten/Kota yang telah berpartisipasi pada program “Sekolah Penggerak” hingga tahun 2023. Kemudian 14.239 satuan pendidikan telah berpartisipasi dalam program “Sekolah Penggerak” hingga tahun 2023, dan sebanyak 5.676 Sekolah Penggerak telah melakukan pengimbasan kepada sekolah sekitar hingga tahun 2023 (Siaran Pers Kemdikbud Nomor: 62/sipers/A6/III/2024).

Platform Merdeka Mengajar

Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi digital di dunia pendidikan adalah keniscayaan. Di sinilah, kehadiran Platform Merdeka Mengajar (PMM) sebagai penunjang implamentasi Kurikulum Merdeka juga telah memberikan beragam manfaat bagi guru dan tenaga pengejar.

Platform Merdeka Mengajar telah membantu jutaan guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka melalui sebuah platform yang terintegrasi dan praktis. Melalui platform ini, guru bisa mendapatkan pelatihan mandiri, hingga saling berbagi inspirasi dan praktik baik dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

BACA JUGA: Menggaet Merdeka Belajar Bersama Siswa Sekolah Dasar, begini hasilnya

Tercatat, sudah ada 3.540.856 guru log in pada Platform Merdeka Mengajar selama tahun 2023. Kemudian ada 225.400 sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka telah menggunakan PMM dengan cukup baik. Lagi, ada 2.219.099 PTK yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka telah mengakses PMM, serta 267.024 PTK telah mengunggah 774 ribu lebih Bukti Karya pada PMM (Siaran Pers Kemdikbud Nomor: 62/sipers/A6/III/2024).

Beragam manfaat dari program- program Merdeka Belajar telah didapatkan guru dan tenaga kependidikan. Kita harap, peningkatan kualitas guru terus dilakukan melalui berbagai terobosan dan program-program transformasi demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Indonesia.

(Penulis, aktif menulis topik-topik pendidikan di berbagai media massa)

Pos terkait