KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan istimewa ke kediaman Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Rabu (13/8/2025). Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal, namun sarat makna kebangsaan dan penghormatan lintas generasi.
Dalam suasana akrab dan penuh kehangatan, Wapres Gibran menyampaikan undangan resmi kepada Try Sutrisno untuk menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI yang akan digelar dalam waktu dekat. Undangan tersebut diterima langsung dengan penuh perhatian dan rasa hormat oleh sang tokoh bangsa.
“Ini bukan hanya undangan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap jasa beliau dan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi bangsa,”* ujar Gibran usai pertemuan.
Gibran datang didampingi sejumlah staf, dan disambut hangat oleh Try Sutrisno, Ibu Tuti Try Sutrisno, serta putri sulung mereka, Nora Tristyana Try Sutrisno. Pertemuan berlangsung cair, membahas banyak hal, mulai dari pengalaman kepemimpinan, tantangan global, hingga pentingnya menjaga semangat persatuan nasional.
BACA JUGA: Gatot Nurmantyo hingga Busyro Muqoddas Angkat Suara: Tolak Kriminalisasi Abraham Samad
Silaturahmi ini juga sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto: bahwa generasi penerus harus bersinergi dengan para pendahulu guna memperkuat kesinambungan arah kepemimpinan nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Try Sutrisno menyampaikan sejumlah wejangan penting. Ia menekankan urgensi pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai kunci kemajuan bangsa di masa depan.
“Bangsa ini tidak akan kuat tanpa generasi yang cerdas dan sehat. Itu pondasi kita,” pesan Try.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya tengah mempersiapkan diri menghadiri rangkaian Hari Veteran Nasional, sebagai bagian dari komitmennya menjaga semangat perjuangan.
Kehadiran Wapres Gibran ini menjadi simbol nyata bahwa penghormatan terhadap jasa para pendahulu tak hanya lewat seremoni, tetapi juga melalui dialog yang berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa bangsa besar dibangun dengan menghargai sejarah dan menyambung komunikasi lintas generasi,” tutur Gibran.
Langkah Gibran ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, yang menilai bahwa kolaborasi antara pemimpin muda dan tokoh senior merupakan kunci untuk menghadirkan Indonesia yang lebih maju, berdaulat, dan sejahtera. (KSC)








