KLIKSUMUT.COM | SAMPANG – Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026).
Dalam kunjungannya, Menteri Sosial memastikan pembangunan berjalan sesuai target dan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026.
“Targetnya adalah akhir bulan Juni sudah selesai, nanti pada minggu kedua sudah bisa digunakan masa pengenalan lingkungan sekolah,” ujar Gus Ipul dikutip, Senin (11/5/2026).
Berdasarkan data terbaru, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sampang kini telah mencapai lebih dari 54 persen. Pemerintah optimistis progres pembangunan akan terus meningkat hingga selesai tepat waktu.
Sekolah Rakyat di Sampang menjadi proyek pendidikan permanen pertama di wilayah Madura. Sementara itu, tiga daerah lainnya yakni Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep saat ini masih memiliki Sekolah Rakyat dalam tahap rintisan.
“Untuk sementara tahun depan tiga kabupaten lainnya sudah bisa dibangun gedung permanen. Itu harapan kita,” tambah Gus Ipul.
Pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat permanen di Sampang mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
BACA JUGA: Gus Ipul Tinjau Progres Sekolah Rakyat Surabaya
Gus Ipul menjelaskan, sekolah tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi warga Sampang, tetapi juga siswa dari seluruh wilayah Madura, termasuk dari sekolah rintisan di tiga kabupaten lainnya.
“Ini sedang kita simulasikan untuk seleksi bagi siswa-siswa Sekolah Rakyat di empat kabupaten. Mungkin yang sudah berada di tempat masing-masing sekarang diteruskan. Sementara untuk Tahun Ajaran 2026, empat kabupaten bisa di sini (Sampang),” jelasnya.
Gus Ipul menegaskan program Sekolah Rakyat ditujukan khusus bagi keluarga paling tidak mampu yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Ia menekankan proses penerimaan siswa dilakukan melalui sistem penjangkauan, bukan pendaftaran umum seperti sekolah pada umumnya.
“Kita ingin dalam proses penjangkauan ini tidak ada titipan, tidak ada kongkalikong, tidak ada membayar-membayar, tidak ada yang katakanlah KKN. Itu tidak diizinkan dalam ketentuan bagaimana arahan Bapak Presiden,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan akses pendidikan yang adil, transparan, dan tepat sasaran bagi masyarakat miskin ekstrem.
BACA JUGA: Gus Ipul Tegaskan Penentuan DTSEN Bukan Kewenangan Kepala Daerah, Bansos Harus Tepat Sasaran
Kehadiran Sekolah Rakyat permanen di Sampang diharapkan menjadi solusi pemerataan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Pulau Madura.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga rentan sosial dan ekonomi.
Dalam peninjauan tersebut, Gus Ipul didampingi Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi Raqib, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurrohman Taufik, serta Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Andy Kurniawan. (KSC)
TIM REDAKSI





