KLIKSUMUT.COM | ACEH SELATAN – Festival Rapa’i Debus 2025 yang berlangsung selama sepekan di Alun-alun Kota Tapaktuan, Aceh Selatan, berakhir pada Selasa (16/9/2025) malam. Sanggar Paleut Aulia dari Desa Kuta Blang, Kecamatan Samadua, berhasil meraih juara pertama.
Berdasarkan keputusan dewan juri, Sanggar Paleut Aulia, mencuri perhatian dan memukau penonton lewat aksi debus yang memadukan seni, kekuatan fisik, dan spiritualitas tinggi dengan perolehan total poin 410, mengalahkan 27 sanggar lainnya. Selain itu, Sanggar Paleut Aulia juga dinilai mampu mempertontonkan aksi ekstrem dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya lokal.
BACA JUGA: Ketua PWI Ditusuk Belati di Malam Pembukaan Festival Rapa’i Debus 2025 Tapaktuan
Tempat kedua disabet Sanggar Mutiara Sakti, dari Desa Indra Damai, Kecamatan Kluet Selatan dengan total nilai 385 dan juara ketiga ditempati Sanggar Kumala Sakti dari Desa Indra Damai, Kecamatan Kluet Selatan dengan selisih poin tipis 380.
Dengan demikian, Sanggar Paleut Aulia berhak menggondol trophy, piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp.10 juta, Sanggar Mutiara Sakti Rp.7 juta dan juara ketiga Sanggar Kumala Sakti membawa pulang hadiah uang tunai Rp,5 juta.
BACA JUGA: Festifal Debus Aceh Selatan 2025: Perempuan Aceh Kebal Senjata Tajam
Debus Adalah Warisan Budaya yang Harus Dilestarikan
Pada acara penutupan, Bupati Aceh Selatan H. Mirwan menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya Aceh Selatan di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi.
“Aceh Selatan dikenal dengan kekayaan seni dan budayanya, mulai dari tarian, musik, hingga seni teater. Namun, warisan leluhur seperti Rapa’i Debus ini tidak boleh ditinggalkan. Justru harus dijaga sebagai identitas daerah kita,” ujarnya.
BACA JUGA: Festival Rapa’i Debus 2025: Dewasa Bahkan Bocah, Kebal Senjata Tajam
Bupati juga menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan akan menjadikan Festival Rapa’i Debus sebagai calender of event tahunan berskala nasional, sebagai upaya pelestarian seni budaya daerah.
“Kita berharap generasi muda tidak melupakan akar budayanya. Debus adalah bagian dari identitas kita, dan harus tetap hidup di tengah kemajuan zaman,” tambahnya.
Festifal Berlangsung Sukses
Sementara Ketua pelaksana T. Muhasibi mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlah berpartisipasi menyukseskan kegiatan Festival Rapa’i Debus Aceh Selatan 2025.
“Tanpa bantuan dari banyak pihak, kegiatan festival ini tidak akan berlangsung sukses. Terima kasih atas keikutsertaannya melancarkan kegiatan ini,” pungkas Muhasibi.
Hadir dalam acara penutupan tersebut jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Selatan, Kepala SKPD dan para pengurus sanggar yang ikut dalam Festival Rapa’i Debus Aceh Selatan 2025. (KSC)
REPORTER: Dahyati








