Dr.PM: Kisah Band Alternatif Indonesia yang Bangkit Setelah 18 Tahun Vakum

Dr.PM: Kisah Band Alternatif Indonesia yang Bangkit Setelah 18 Tahun Vakum
Dr.PM (foto/ist)

KLIKSUMUT.COMNama Dr.PM atau yang akrab disebut Dokter PM merupakan salah satu grup musik Indonesia yang pernah memberi warna kuat di akhir era 1990-an hingga awal 2000-an. Terbentuk di Jakarta pada tahun 1997, band ini dikenal lewat lagu-lagu hits yang masih membekas di ingatan penikmat musik Indonesia hingga kini.

Meski perjalanan kariernya tidak terbilang panjang, Dr.PM berhasil menorehkan jejak penting di industri musik Tanah Air sebelum akhirnya memilih vakum pada tahun 2002. Menariknya, setelah hampir dua dekade, Dr.PM kembali bangkit dan menunjukkan eksistensinya di era digital.

Grup musik Dr.PM lahir dari keinginan Ronald Fristianto, mantan drummer band GIGI, yang hengkang pada tahun 1997 dan ingin kembali membentuk band baru. Ronald kemudian menghubungi rekan-rekan lamanya hingga terbentuklah formasi awal yang terdiri dari: Danny Supit (bass), Ronald Fristianto (drum), Pierre (vokal) dan Marshal Surya Rachman (gitar)

Nama Dr.PM sendiri diambil dari inisial para personel awalnya. Saat demo mereka mulai dilirik oleh Warner Music Indonesia, Pierre memutuskan mundur dan posisinya digantikan oleh Erwin, mantan vokalis Insects Band. Meski begitu, suara Pierre masih dapat dinikmati dalam dua lagu di album perdana Dr.PM.

Album pertama Dr.PM bertajuk “Dunia Baru” (1998) menjadi pintu masuk mereka ke industri musik nasional. Single “Suasana” yang dirilis di radio serta “Pernah Mencoba” sukses memperkenalkan Dr.PM ke khalayak luas.

Bacaan Lainnya

Kesuksesan tersebut berlanjut lewat album kedua “Sosok” (2000) dengan lagu hits “Damai Mimpi”, yang semakin mengukuhkan posisi Dr.PM sebagai band alternatif yang diperhitungkan pada masanya.

BACA JUGA: Djiwo: Perjalanan Black Metal Nusantara dari Surakarta hingga Rilis Album “Svvanantaka” di Inggris

Perjalanan Dr.PM tidak lepas dari dinamika internal. Erwin memutuskan keluar untuk bersolo karier, lalu digantikan oleh Denny Ervan alias Abun. Bersama Abun, Dr.PM merilis album ketiga “Lepas Landas” (2001).

Single “Tak Harus Miliki” dan “Lagu Untukmu” menjadi andalan, bahkan album ini tercatat sebagai album terlaris Dr.PM sepanjang karier mereka.

Namun, tak lama setelahnya, Ronald Fristianto perlahan meninggalkan band. Hal ini membuat semangat Dr.PM meredup hingga akhirnya pada tahun 2002, band ini resmi vakum tanpa batas waktu.

Pada tahun 2007, Warner Music Indonesia sempat menawarkan perilisan album terbaik Dr.PM dengan tambahan dua lagu baru. Seluruh personel menyambut baik tawaran tersebut, namun kesibukan masing-masing—Marshal bersama ADA Band, Erwin dengan solo karier, Danny sebagai arranger, Ronald sebagai session player, dan Abun di dunia promotor—membuat proyek tersebut tertunda.

Angin segar akhirnya datang pada 2019. Setelah 18 tahun bubar, Dr.PM resmi reuni dengan formasi: Marshal (gitar), Ronald Fristianto (drum), Erwin (vokal) dan Ronald Steven (bass – additional player).

BACA JUGA: Letto, Band Asal Yogyakarta yang Tak Lekang oleh Waktu: Dari “Ruang Rindu” hingga “Cinta, Bersabarlah…”

Penampilan perdana mereka digelar di We The Fest Festival 2019, sekaligus merilis ulang dua lagu legendaris mereka, “Pernah Mencoba” dan “Damai Mimpi”, dengan aransemen baru. Di tahun yang sama, ketiga album Dr.PM juga resmi dirilis dalam format digital.

Kiprah Dr.PM berlanjut hingga Agustus 2024 dengan bergabungnya Patrick Effendy sebagai bassist, menggantikan Danny Supit. Mereka merilis single terbaru berjudul “Kamu Kerja Apa”, yang mulai tersedia di berbagai platform digital sejak 6 September 2024.

Lagu ini menjadi penanda bahwa Dr.PM bukan sekadar nostalgia, tetapi juga band yang masih relevan di industri musik Indonesia saat ini. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait